Sorotjakarta,-
Ketua DPRD Kabupaten Bulungan periode 2024–2029, H. Riyanto, S.Sos., menegaskan komitmen kuat lembaganya dalam mendukung langkah Pemerintah Kabupaten Bulungan untuk mendorong produk lokal menembus pasar nasional. Hal tersebut disampaikannya usai menghadiri Festival Bulungan Berkarya yang digelar di Sarinah, Jakarta, Kamis (30/4/2026).
Menurut Riyanto, keikutsertaan Bulungan dalam ajang tersebut merupakan strategi penting dalam memperkenalkan potensi daerah, khususnya produk unggulan berbasis usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), kepada khalayak yang lebih luas.
“Langkah ini adalah upaya konkret pemerintah daerah dalam mempromosikan produk lokal, terutama cokelat khas Bulungan, agar bisa dikenal hingga tingkat nasional. Harapannya, ini dapat memberikan dampak nyata terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat,” ujar Riyanto.
Ia menjelaskan, penguatan sektor UMKM menjadi kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif. Dalam festival tersebut, setidaknya terdapat sekitar 30 produk unggulan yang dipamerkan, tidak hanya cokelat, tetapi juga berbagai produk lain seperti keripik olahan, pakaian adat, hingga ikan teri khas daerah sungai di Bulungan.
“Produk yang ditampilkan sangat beragam. Ini menunjukkan bahwa potensi ekonomi lokal kita tidak hanya bertumpu pada satu komoditas, tetapi memiliki kekuatan di berbagai sektor,” katanya.
Lebih lanjut, Riyanto menekankan bahwa pengembangan ekonomi berbasis UMKM tidak hanya berdampak pada tingkat kabupaten, tetapi juga memiliki efek berantai hingga ke desa-desa. Ia meyakini bahwa jika produk lokal mampu menembus pasar nasional, maka kesejahteraan masyarakat di tingkat akar rumput juga akan ikut meningkat.
Dalam konteks geografis, Bulungan yang berada di wilayah perbatasan dengan Sabah, Malaysia, memiliki tantangan sekaligus peluang tersendiri. Riyanto menyoroti pentingnya memperkuat daya saing produk lokal di tengah derasnya arus barang dari negara tetangga.
“Kita berbatasan langsung dengan Malaysia, di mana produk-produk seperti minuman berbasis cokelat dari luar juga banyak beredar. Ini menjadi tantangan bagi kita untuk menghadirkan produk lokal yang mampu bersaing, baik dari segi kualitas maupun pemasaran,” jelasnya.
Ia berharap, melalui kegiatan seperti Festival Bulungan Berkarya, identitas dan potensi Kabupaten Bulungan dapat semakin dikenal, setidaknya di tingkat nasional sebagai langkah awal menuju pasar yang lebih luas.
Dari sisi legislatif, DPRD Kabupaten Bulungan, lanjut Riyanto, memberikan dukungan penuh terhadap berbagai program pengembangan UMKM yang diinisiasi pemerintah daerah. Dukungan tersebut mencakup kebijakan, penganggaran, hingga fasilitasi program seperti kredit usaha berbunga rendah atau kredit “mesra” bagi pelaku usaha kecil.
“Kami di DPRD sangat mendukung program ini. Pemerintah daerah telah memberikan berbagai bentuk fasilitasi, termasuk akses pembiayaan bagi pelaku UMKM. Ini penting untuk meningkatkan kapasitas produksi dan daya saing produk lokal,” tegasnya.
Festival Bulungan Berkarya di Sarinah menjadi salah satu etalase strategis bagi daerah dalam memperkenalkan kekayaan produk lokal kepada pasar yang lebih luas, sekaligus membuka peluang kerja sama dan investasi.
Ke depan, sinergi antara pemerintah daerah, legislatif, dan pelaku usaha diharapkan terus diperkuat guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di Kabupaten Bulungan.(yr)
