Sorotjakarta,-
Kongres Aspek Indonesia ke VIII yang diselenggarakan Sabtu, 2 September 2023, di Hotel Grand Cemara, Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat dihina oleh Sabda sebuah kongres Abal-abal, sekaligus memfitnah adanya campur tangan Said Iqbal, ditanggapi oleh Gofur dengan ucapan terima kasih
Saat dihubungi melalui sambungan telepon terkait hinaan yang dilontarkan oleh Sabda tentang kongresnya yang abal-abal, Gofur hanya menjawab terima kasih atas hinaan tersebut, manusia tidak ada yang sempurna, apa yang kami kerjakan hanya menjalankan amanah AD/ART Organisasi tentang kongres yang harus dijalankan sesuai ketentuan.
“Kami lelah menghadapi hinaan dan fitnah dengan framing buruk yang terus menerus disampaikan oleh Sabda dan Mirah dengan narasi yang sangat kasar soal kongres yang kami selenggarakan pada 2 September 2023.” Kata Gofur selaku Presiden Aspek.
Gofur mengatakan bahwa dirinya bersama teman-teman lainnya yang saat ini masuk sebagai pengurus Aspek Indonesia pasca kongres VIII ingin fokus melayani anggota, mengingat selama ini banyak afiliasi yang mengeluhkan tidak mendapatkan bantuan baik itu pendampingan hukum, pemberian pendidikan dan pelatihan, serta kami berkomitmen untuk menata organisasi Aspek Indonesia kedepannya bisa lebih baik dari sebelumnya.
“Kami tidak ada waktu lagi untuk melayani hinaan dan fitnah tersebut, karena kami berkomitmen akan fokus menata Aspek Indonesia lebih profesional, agar dipercaya oleh anggota afiliasi yang ada saat ini dan berupaya untuk bisa merekrut anggota afiliasi baru yang keberadaannya riil, bukan klaim-klaim diatas kertas saja, namun sesungguhnya afiliasinya sudah tidak aktif bahkan tidak ada lagi seperti Aspek saat ini.” Ujarnya.
“Namun perlu kami luruskan terkait berita bohong dan fitnah yang disampaikan oleh Sabda dan Mirah diberbagai platform media, bahwa kongres Aspek Indonesia yang kami gelar 2 September 2023 lalu ada campur tangan Said Iqbal didalamnya sebagai upaya memecah belah Aspek Indonesia, fitnah tersebut sangatlah keji dan terlalu jahat, dan kami tidak ingin berita bohong ini terus menerus disiarkan hingga dijadikan sebuah pembenaran atas kesalahan yang mereka lakukan.” Lanjut Gofur.
“Kami sedih presiden KSPI difitnah oleh Sabda dengan tuduhan memecah belah Aspek Indonesia, padahal hari itu Bang Said Iqbal hadir karena menghormati undangan dari panitia kongres, beliau sangat menghargai setiap orang yang bersungguh – sungguh berjuang untuk kesejahteraan buruh, Bang Iqbal tidak pernah pilah pilih teman.” Kata Gofur.
“Kami sangat sayangkan Mirah dan Sabda hari hanya berani teriak-teriak di media sosial, menghina Kongres kami abal-abal, menggiring opini adanya pembegalan, padahal daripada capek teriak-teriak harusnya mereka gelar aja kongres.” ujarnya
“Ada apa Mirah tidak mau melaksanakan kongres Aspek Indonesia, kok semua pemberitaannya terus menghembuskan fitnah dan narasi penghinaan terhadap Said Iqbal dan kongres Aspek Indonesia ke VIII, harusnya mirah jelaskan mengapa dia tidak laksanakan kongres sesuai amanah AD/ART Organisasi, semoga penundaan kongres bukan karena takut busuknya pengelolaan organisasi terbongkar saat terpilih pengurus baru, atau ada agenda politik di Pemilu 2024, mengingat untuk maju kembali sebagai Presiden Aspek Indonesia Mirah terhalang oleh AD/ART yang membatasi hanya dua periode masa jabatan presiden, sedangkan beliau selama ini sudah menjabat selama dua periode” Lanjut Gofur
Menjawab surat Mirah tentang Pemberhentian Abdul Gofur dan Encep Supriyadi dari keanggotaan Aspek Indonesia serta SP Antara dan Sekar TIP TOP dari afiliasi Aspek Indonesia, sambil tertawa Gofur menjawab “kok ada pimpinan serikat yang teriak-teriak anti PHK, eeh malah dia melakukan PHK sepihak terhadap anggotanya, lebih parahnya lagi yg melakukan PHK sudah tidak memiliki kewenangan lagi karena masa tugasnya telah berakhir sejak 7 Juli 2023, sementara surat pemberhentian yang Mirah buat tertanggal 28 Agustus 2023, dan hingga saat ini saya belum menerima surat tersebut, mirah hanya mengirimkan kepada Manajemen Perum LKBN Antara, dan belum diketahui motifnya apa” imbuhnya
“Pelanggaran terhadap AD/ART organisasi yang dilakukan oleh Mirah cukup banyak, seperti jabatan pimpinan ketua majelis nasional yang seharusnya dijabat oleh Ketua Serikat Pekerja afiliasi yang masik aktif bekerja, tetapi hari ini masih dipegang oleh Jakwan, mantan pekerja Giant yang sudah di PHK sejak beberapa tahun lalu.” Kata Gofur
“Jadi mirah dkk ini sangatlah lucu, mereka yang gak sanggup jalankan kongres, tapi menghina kongres kami, mereka yang punya kepentingan politik 2024, malah menuduh kami soal politik, mereka yang melanggar AD/ART, mereka juga yang tuduh kami illegal, mereka yang tidak memiliki legitimasi, malah mereka yang berhentikan kami.” Tutup Gofur.(ri)
