Sorotjakarta,-
Menjelang satu tahun pemilu 2024 semua partai politik saat ini sedang berbenah melakukan persiapan terkait Pemilu Presiden dan Wakil Presiden, hal ini pun terjadi dengan rencana yang akan dilakukan oleh Koalisi Perubahan yang kemungkinan terdiri dari Nasdem, PKS dan Demokrat, serta tidak menutup kemungkinan bertambah lagi dukungan dari Parpol lain.
Koalisi perubahan memiliki figur capres hanya Anies Baswedan, yang masih belum ada kata sepakat yakni cawapresnya, karena masih ada beberapa nama yang potensial seperti AHY, Aher, Andika Perkasa, Khofifah, atau nama lain yang potensial dari kalangan profesional yang bisa saja nanti akan muncul sebagai cawapres pendamping Anies Baswedan.
“Kalau dilihat dari pengalaman dari pemilu ke pemilu, selalu posisi paket pasangan capres cawapres diumumkan selalu last minute, diakhir-akhir menjelang pendaftaran ke KPU, yang bijaksana ada baiknya koalisi perubahan seyogyanya terkait posisi cawapres bisa ditentukan oleh capresnya, yang memilih biarlah pak Anies Baswedan sendiri, biar tidak ada terkesan kawin paksa, yang terpenting siapapun cawapresnya nanti, parpol koalisi perubahan harus tetap solid, kompak, dan bekerjasama yang baik untuk meraih kemenangan, menjadikan pak Anies Baswedan menjadi Presiden di pemilu 2024.” Ujar DR. Didin Supriadin M. Si selaku pendiri sekaligus Dewan Penasehat BNKAB 24, melalui rilis yang diterima sorotjakarta.com, Sabtu, 14/1/2023.
Lanjut ujar Didin, “Jadi, tanpa menunggu waktu, bisa saja parpol koalisi perubahan dalam hal ini melakukan deklarasi capres bersama-sama ataupun masing-masing, soal cawapresnya bisa menyusul nanti, tergantung waktu yang tepat, jadi posisi pak Anies bisa menjadi pemersatu di Koalisi Perubahan ini.” Ucap Didin lagi.
Ia juga menegaskan, pada prinsipnya koalisi itu yang terpenting adalah diperlukannya jiwa besar, saling support, sinergi dan kolaborasi semua elemen baik Parpol pengusung, pendukung ataupun relawan yang tergabung didalam pemenangan nanti.(yr)
