Connect with us

Nasional

Mantan Ketua PPPSRS GCM Tonny Soenanto: Saat Ini Warga GCM Baik-baik Saja

Sorotjakarta,-
Mantan Ketua PPPSRS yang sah dan diakui oleh Pemerintah DKI Jakarta melalui Dinas Perumahan dan Permukiman DKI Jakarta bapak Tonny Soenanto menerangkan situasi dan kondisi warga Graha Cempaka Mas, di Wilayah Kelurahan Sumur Batu, RW 08 Jakarta Pusat pasca di cabutnya SK No. 1029/ 2000 dan di ganti oleh SK No. 1047/2022 bahwa seluruh warga GCM sangat bergembira dan berterimakasih kepada Pemerintah DKI Jakarta.

Menurutnya rasa syukur warga GCM tersebut ibarat mulai bernafas dengan lega

“Karna ini adalah perjuangan yang cukup lama yang kita harapkan, jadi jelas dengan adanya SK No. 1047/2022, maka kita sekarang mulai bernafas lega sebagai warga GCM, selama ini istilahnya kita banyak di zolimi, kita tinggal di aparteman rumah kita sendiri koq kita diatur, diatur kita siap asalkan sesuai ketentuan yang ada.” Terang Tonny.

Ia juga menerangkan rasa terimakasih warga GCM kepada Pemda DKI Jakarta tidak hanya di bibir saja, hal tersebut telah dibuktikan dengan ucapan terimakasih melalui karangan bunga yang dikirimkan oleh masing-masing perwakilan warga melalui ketua RT di lingkungan GCM ke kantor Gubernur dan Kantor Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman DKI.

Dengan ucapan yang bijak dan mengayomi, sosok pria paruh baya ini mengajak seluruh warga GCM untuk tidak menyalahkan Pemda yang telah berusaha melaksanakan Pokja dengan berbagai tahapannya.

“Monggo mari warga semua, kita tidak menuduh siapa-siapa namun kita hidup di negara hukum dengan segala ketentuannya, janganlah kita menyalahi Pemerintah.” Harapnya.

Ia juga berharap dan mengajak kepada warga GCM yang merasa dizolimi untuk mau duduk bersama, bersilaturahmi dan melaksanakan Pokja.

“Jangan pegawai kantor diangkat jadi warga, cuma rame- rame dateng kesana, untung oleh Pemda nggak di cek KTP, kalo di cek KTP ternyata KTP lain, kan malu.” Ujar Tonny.

“Jadi warga yang dizolimi itu warga yang mana tolong dijelasin.” Tegas Tonny lagi.

Terkait surat kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman DKI Jakarta No: e – 0674/01.00 dengan tegas Tonny Soenanto mengatakan apresiasi dan angkat topi kepada Pemda DKI Jakarta, ” itu artinya sudah tidak ada lagi dua kepengurusan di GCM.”

“Kita laksanakan, kita dukung dan kita siap melaksanakan Pokja dengan segala mekanismenya.” Ujarnya pada media, Kamis, 24/11/2022.

Meskipun kini Tonny Soenanto menyandang mantan ketua PPPSRS namun sosok pria ini masih memiliki fower dalam meredam gejolak di tengah warga GCM. Ia selalu menggelorakan semangat kekeluargaan untuk menciptakan kedamaian di GCM serta meminta kepada warga agar tidak mudah terpancing oleh hal-hal negatif yang dapat membahayakan.

“Kita berterimakasih kepada Kadis, dimana sebelum adanya Pokja, dan dengan adanya gonjang- ganjing 2 kepengurusan di GCM dia membuat suatu acara untuk mengumpulkan kita, namun, saya datang yang sebelah nggak datang, mungkin menurut saya dia tersinggung karena namanya nggak ada jabatan, oke dikasi jabatan dan saya ditulis eks pimpinan juga nggak apa-apa, mereka yang nggak mau datang tersebut mungkin nggak mau ketemu saya juga nggak apa-apa.” Beber Tonny.

Dari penuturan mantan ketua PPPSRS tersebut bahwa, Pemda DKI sebelum adanya Pokja telah mengumpulkan mereka yang di duga berselisih paham untuk rembuk bersama, silaturahmi bersama mencari solusi namun hal tersebut gagal terjadi lantaran salah satu pihak tidak hadir.

“Saya tidak menyalahkan siapapun, Hery Wijaya adalah saudara saya, semua warga GCM adalah saudara saya, mungkin saat ini Hery mempunyai pemikiran yang berbeda.” Ujar Tonny.

Pada media Tonny Soenanto juga mengungkapkan rasa herannya pada Hery Wijaya atas pernyataan yang meminta Pj Gubernur DKI Jakarta untuk mengaudit keuangan Perhimpunan Pengurus Rumah Susun GCM kepengurusan Tonny Soenanto.

“Apa yang diaudit?, dasarnya apa mau mengaudit saya? Duit-duit siapa?, apakah duitnya dia yang dipakai? ini duitnya warga.”

Masih ujar Tonny,” Contoh pembayaran IPL dan lainnya itu harus dibayar, tetapi siapa yang bayar? yang bayar adalah PPPSRS bukan perorangan, bukan pemilik gedung dan bukan Duta Pertiwi, karena PPPSRS punya rekening, sementara dia tidak memiliki rekening.

“IPL juga ada yang bayar kesaya, ada juga yang bayar kedia, bahkan ada yang tidak bayar, kenapa tidak kasi kesaya, saya yang pengurus PPPSRS, coba kasi kesaya bayar listrik, bayar air dan lainnya.” Tegas Tonny.

Tonny berpesan jangan sampai ada pihak-pihak tertentu yang memanfaatkan keadaan ini untuk memancing diair keruh ia juga merasa dirinya selalu disalahkan, padahal menurutnya ia bekerja sesuai Undang-Undang yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Ia meminta kepada pihak terkait agar setiap menerima laporan dari seseorang agar menyertakan bukti dan data.

“Sekalilagi saya berterimakasih dalam hal ini Dinas Perumahan dan Permukiman, Wali Kota dan Gubernur karena beliau-beliau ini yang menentukan ketentuan yang ada, saya cuma melaksanakan dan saya siap disalahkan jika dalam menjalankannya salah.” Tegas Tonny.

Tonny Soenanto mengajak kepada seluruh warga GCM tanpa terkecuali untuk tetap menjalin tali silaturahmi, ia merasa selama ini ia telah mengikuti semua peraturan yang berlaku.

“Saya siap di salahkan jika dalam menjalankan ketentuan tersebut salah tapi selama ini saya telah mengikuti semua ketentuan yang ada.”

Melalui pernyatannya Tonny Soenanto menerangkan kepada seluruh warga DKI Jakarta bahwa warga GCM saat ini dalam keadaan baik-baik saja, soal selisih paham dapat diselesaikan dengan duduk bersama.

Ia berharap terkait ada warga yang terzolimi, Tonny meminta penjelasan warga yang mana karena menurutnya warga GCM tidak ada yang terzolimi malah sebaliknya warga berterimakasih kepada Pemda DKI Jakarta.(yr)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Nasional