Alumni Unpam Minta Ketua Aptisi Banten Ajukan Permintaan Maaf

Alumni Unpam Minta Ketua Aptisi Banten Ajukan Permintaan Maaf

Sorotjakarta,-
Alumni Fakultas Hukum Universitas Pamulang (Himnikum) dan Forum Komunikasi Alumni SI Akutansi (Fokalsium) menuntut Dr. PO. Abas Sunarya, M. Si. Selaku Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia ( Aptisi) Wilayah Banten untuk meminta maaf. Tuntutan tersebut diajukan terkait pernyataan APTISI Wilayah Banten yang keberatan dengan adanya statement meragukan kualitas kampus dengan biaya murah.

Dr. Dodi Sugianto, S.H., M.H, M.kn selaku ketua Himnikum menilai penolakan pembangunan kampus UNPAM di Kota Serang yang dilakukan oleh APTISI sangat tidak mendasar. Dodi menilai alasan APTISI Banten menolak pembangunan kampus karena biaya murah di duga merupakan bentuk penyebaran informasi bohong yang tidak berdasarkan kajian akademik.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Fokalsium Deddi Kurniawan, S.E, bahwa APTISI perlu mengklarifikasi dan meminta maaf terhadap Universitas Pamulang terkait pernyataannya yang sudah bergulir di media masa.
“APTISI Banten harus meminta maaf terhadap UNPAM sebagai pioner kampus dengan biaya murah yang tidak berkonsep komersial pendidikan dalam pengelolaannya.” Tegasnya.

Dodi menyampaikan penolakannya terhadap pembangunan kampus dengan biaya murah adalah suatu bentuk tidak mendukung program pemerintah dalam upaya peningkatan sumber daya manusia Indonesia.” Terang Alumni Unpam ini

Lebih lanjut Dodi menyampaikan tindakan APTISI Banten yang melakukan audensi keberatan dengan adanya kampus Unpam terhadap Walikota Serang merupakan tindakan yang tidak mencontohkan seorang terpelajar.

Terkait penyataan Ketua APTISI Banten dengan statment kampus dengan biaya murah di ragukan kualitasnya adalah berita afau informasi yang di duga tidak di dukung dengan kajian akademis, maka kami meminta Ketua Aptisi untuk mengundurkan diri dan apabila dalam waktu 3X 24 jam Dr. PO. Abas Sunaryo, M.Si tidak mengajukan permintaan maaf atas pernyatannya terkait kampus dengan biaya murah di ragukan kualitasnya, maka kami akan melaporkan secara hukum pidana dan mengajukan gugatan secara hukum perdata. Tegas Dodi saat konferensi pers di Caffe Piro, Pamulang, Tangerang Selatan, Sabtu, 20/2/2021.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan