Maret 6, 2026

Sorotjakarta,-
Sekolah Tinggi Manajemen IMMI Jakarta, baru-baru ini kembali menggelar wisuda ke-XXXIV, bertempat di Gd. Pewayangan, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur (25/4/2019).

Wisuda ke XXXIV kali ini diikuti sebanyak 276 wisudawan dan wisudawati terdiri dari program studi Diploma Tiga (D3) 7 orang, program Strata Satu (S1) sebanyak 77 orang dan program studi Magister Managmen (S2) sebanyak 195 orang.

Hadir pada acara tersebut ketua dewan pembina yayasan, Dr, H Zahruddin, termasuk ketua yayasan dan para undangan lainnya.

Dewan Pembina Yayasan, DR, Zahruddin ketika diwawancara usai acara wisuda mengatakan, wisuda kali ini jika dibandingkan dengan wisuda tahun kemarin dari sisi kwantitas memang agak menurun, namun dari sisi kwalitas dan mutu yang dihasilkan meningkat secara signifikan.

Dalam rangka semakin meningkatkan kwalitas dan mutu pendidikan, direncanakan dalam waktu dekat STIMA IMMI akan kita tingkatkan menjadi Institut, syarat menjadi Institut yakni menambahkan program studi (prodi), hal ini sudah dipersiapkan jauh-jauh hari termasuk syarat-syarat lainnya, bila perlu program marger dengan sekolah tinggi swasta lainnya, itu tidak masalah,” ujar Zahruddin.

“Dalam upaya semakin menggenjot kwalitas dan mutu pendidikan yang dihasilkan berbagai upaya telah kita laksanakan diantaranya, peningkatan sumber daya manusia (SDM) para tenaga dosen yakni dosen yang benar-benar mumpuni, minimal sudah Strata Tiga (S3) untuk para dosen di program S2,” ujar Zahruddin.

“Termasuk juga memberikan bea siswa bagi para dosen agar kinerja dan mutu pendidikan betul-betul sesuai harapan pemerintah dan masyarakat secara menyeluruh,” tegas Zahruddin.

Dalam rangka melaksanakan program sosial kemasyarakatan seperti yang dilaksanakan baru-baru ini, STIMA IMMI ikut berpartisipasi membantu korban bencana di Poso Sulawesi Tengah, STIMA IMMI berhasi mengumpulkan dana ratusan juta dan pakaian layak pakai sebanyak satu kontenar, dalam waktu satu hari, telah berhasil disalurkan ke korban bencana secara langsung, bahkan pihak instansi pemerintah mensuport dan menaruh simpati yang tinggi atas kontribusi STIMA IMMI.

“Dalam rangka semakin meningkatkan mutu pendidikan pihak STIMA IMMI juga meningkatkan sumber daya manusia (SDM) untuk tenaga dosen, yakni dosen harus memiliki disiplin ilmu yang mumpuni minimal Strata Tiga (S3), dosen harus strata dua (S2) untuk program pendidikan di strata satu (S1),” jelas Zahruddin.

Di akhir wawancara Ketua dewan pembina yayasan ini berharap kepada pemerintah dalam menyambut hari pendidikan nasional 2 Mei mendatang agar tidak ada lagi diskriminasi terhadap perguruan tinggi swasta dalam hal bantuan dana, yang selama ini perguruan tinggi swasta hanya mendapatkan 7% sedangkan perguruan tinggi negeri mendapatkan 93%, “Saya berharap agar pemerintah lebih memperhatikan hal ini demi pemerataan pendidikan di Indonesia.”(yurike)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *