Maret 7, 2026

Sorotjakarta,-
Ketua DPW JPKP (Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan) Provinsi Papua Boni Mandolang menghadiri acara Rakernas dan Hut ke VII JPKP di Taman Mini Indonesia Indah, pada Sabtu, 15/1/2022.

Boni hadir bersama 3 DPD JPKP Prov Papua yakni, DPD Jayapura, Mamberamo Raya, dan ketua DPD Mappi.

Ditemui usai acar pembukaan Rakernas, Boni menerangkan ada beberapa poin yang akan disampaikan kepada ketua DPP JPKP dan khususnya kepada KSP.

“Kami ingin menyampaikan masalah pembangunan khususnya di Kabupaten Mappi yang saat ini butuh perhatian dari pemerintah pusat di samping pemerintah daerah.”

“Di Kabupaten Mappi masih banyak jalan-jalan dan Sekolah yang rusak, untuk itu dalam Rakernas ini kami ingin menyampaikan secara langsung kepada Ketum JPKP.” Ucapnya lagi.

Diketahui sejak menjabat sebagai ketua DPW JPKP Prov Papua pada tahun 2019, Papua telah terbentuk 11 pengurus DPD, Boni menargetkan dalam tahun ini akan terbentuk 5 hingga 6 DPD lagi dari total 28 Kab/ Kota di Prov Papua.

Ia berharap di hari jadi JPKP ke VII ini semogga semakin berkembang lebih baik lagi, lebih luas lagi jaringannya hingga ke benua Amerika.

Ditempat yang sama Ketua DPD JPKP Kab Mappi berharap kepada pemerintah pusat dan daerah agar Kab Mappi tidak di anak tirikan.

” Sejak pemekaran tahun 2003 Kab Mappi, progres pembangunannya masih sangat memprihatinkan dan saat ini Mappi sudah masuk dalam sensus BPJS sebagai salah satu Kabupaten tertinggal, terpencil diwilayah Provinsi Papua.” Terang Efrain Ronal.

Ia juga menerangkan Kab Mappi yang terletak di Papua bagian selatan, dengan program daerah otonomi baru agar dapat dijadikan sebagai salah satu ibu kota Provinsi untuk pemekaran Provinsi Papua Selatan.

” Alasannya, agar konsentrasi pembangunan di Mappi dapat terlaksana dengan baik, karena pembangunan di Kabupaten lain salah satunya Asmat saat ini semua program pusat dan daerah konsetrasi tertuju ke Asmat.” Terang Efrain.

Ia berharap agar pemerintah pusat dan daerah juga memperhatikan pembangunan di Mappi, karena Mappi juga bagian dari NKRI, “jadi tolong jangan anak tirikan kami.” Tegas Efran.(ke)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *