November 2, 2026

Sorotjakarta,-
Memasuki dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Badan Komunikasi Nasional Desa se-Indonesia (BKNDI) menegaskan komitmennya untuk terus mendukung dan menyukseskan program-program strategis pemerintah melalui pembangunan desa.

Ketua Umum BKNDI Isra A. Sanaky menilai, implementasi program Asta Cita harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya warga yang tinggal di wilayah pedesaan. Tidak hanya berfokus pada ketahanan pangan, sejumlah program prioritas lainnya juga perlu mendapat perhatian serius, seperti bedah rumah bagi masyarakat miskin, penyediaan akses air bersih, pembangunan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK), serta peningkatan infrastruktur desa.

Dengan sisa masa pemerintahan tiga tahun ke depan, yakni periode 2027-2029, BKNDI berupaya mendorong agar berbagai program strategis tersebut dapat menjangkau sekitar 38 ribu desa di seluruh Indonesia.

“Untuk mewujudkan target tersebut, BKNDI akan mengoptimalkan konsolidasi organisasi dan sosialisasi program pemerintah kepada seluruh jajaran pengurus di berbagai daerah.” Ujar Ketum.

Salah satu langkah konkret yang disiapkan adalah menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) BKNDI 2027. Kegiatan tersebut akan menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi, menyatukan visi, sekaligus menyusun langkah strategis organisasi dalam mendukung percepatan pembangunan desa.

Menariknya, Rakernas BKNDI 2027 juga akan dirangkaikan dengan kegiatan Jambore dan Diklat Pemuda Desa. Kegiatan ini dirancang sebagai wadah pembinaan generasi muda sekaligus sarana menyosialisasikan program-program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka secara lebih menyeluruh.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, BKNDI berharap para pengurus dan pemuda desa dapat menjadi bagian penting dalam menyampaikan informasi, mengawal pelaksanaan, serta mendorong keberhasilan program pembangunan pemerintah hingga ke tingkat desa.

BKNDI optimistis, melalui konsolidasi yang kuat, sosialisasi berkelanjutan, dan keterlibatan aktif masyarakat, pembangunan desa dapat berjalan lebih merata. Dengan demikian, berbagai program strategis pemerintah tidak hanya menjadi kebijakan di tingkat pusat, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di seluruh pelosok Indonesia.(yr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!