Tolikara, sorotjakarta.com
Situasi keamanan di Kabupaten Tolikara, Provinsi Papua Pegunungan, sempat memanas akibat bentrokan antar kelompok warga pada Minggu, 25 Oktober 2026. Aparat gabungan TNI-Polri bersama pemerintah daerah bergerak cepat meredam konflik yang dipicu masalah rumah tangga tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun sorotjakarta.com Biro Papua, berikut kronologi lengkap kejadian:
1. Pemicu: Konsumsi Miras dan KDRT (Sabtu, 24 Oktober 2026)
Pertikaian bermula dari masalah pribadi dalam rumah tangga. Pada Sabtu, 24 Oktober 2026, seorang pria dalam pengaruh minuman keras (miras) melakukan aksi kekerasan terhadap istrinya sendiri. Dalam kondisi mabuk, pria tersebut mengejar dan menganiaya sang istri.
2. Eskalasi: Tewasnya Pelaku KDRT
Aksi penganiayaan tersebut tidak diterima oleh pihak keluarga istri. Keluarga besar dari pihak istri melakukan pembelaan yang berujung pada tewasnya sang suami.
3. Pecahnya Perang Suku (Minggu, 25 Oktober 2026)
Kematian pria tersebut menyulut kemarahan dari kelompok keluarga/suku terkait. Sejak Minggu subuh hingga sore hari, 25 Oktober 2026, pecah aksi saling serang antar-kelompok warga di lokasi kejadian.
4. Situasi Terkini: Kondusif, Aparat dan Tokoh Adat Bertindak
Hingga berita ini diturunkan, situasi berangsur kondusif. Aparat keamanan gabungan dari TNI-Polri telah diterjunkan bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Tolikara dan para tokoh adat setempat.
Kapolres dan Dandim setempat bersama tokoh adat mengimbau warga untuk tetap tenang, tidak mudah terprovokasi, serta menyerahkan penyelesaian kasus kepada proses hukum dan mekanisme adat yang berlaku. Saat ini aparat masih melakukan pendataan dampak kerusakan dan korban akibat bentrokan.
Pihak keamanan menegaskan akan terus bersiaga di lokasi untuk mencegah bentrokan susulan dan memastikan perdamaian kembali terwujud di Tanah Tolikara.
Herikson Kbarek
