Oktober 23, 2026

Sorotjakarta,-
Yayasan Inovasi Teknologi Indonesia (INOTEK) bersama Yayasan Indonesia Setara menunjukkan komitmen nyata dalam mendorong kemajuan ekonomi lokal. Melalui program Desa Emas (Desa Ekonomi Maju dan Sejahtera), INOTEK memboyong puluhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta kelompok usaha dari berbagai daerah untuk berpameran di ajang Agrinex 2026.

Direktur INOTEK, Ivi Anggraini, menjelaskan bahwa keikutsertaan para pelaku usaha ini merupakan puncak dari program inkubasi bisnis yang telah mereka jalani selama enam bulan terakhir.

“Jadi semua kelompok usaha ini ada di 6 kabupaten, yaitu Majalengka, Kuningan, Kebumen, Pandeglang, Bogor, dan Solo (Surakarta). Semua kita kurasi dan bina selama 6 bulan, dan puncaknya kita namakan demo day atau pameran di acara Agrinex ini,” ujar Ivi saat ditemui di lokasi acara Agrinex 2026.

Ivi memaparkan, dalam pameran ini pihaknya menampilkan produk-produk hilirisasi pangan serta hasil bumi unggulan dari masing-masing daerah. Produk yang dipamerkan pun beragam, mulai dari olahan mangga, edamame, hingga komoditas pangan lokal lainnya yang telah dikemas secara modern.

Cetak 80 Persen UMKM Naik Kelas

Menurut Ivi, program pendampingan yang telah berjalan selama dua tahun ini menunjukkan progres yang sangat positif. Dari total UMKM yang dibina di setiap kabupaten (berkisar antara 10 hingga 15 pelaku usaha per wilayah), sekitar 80 persennya telah sukses naik kelas.

“Naik kelas dalam hal omsetnya meningkat, produknya bertambah, hilirisasi ada misalnya yang tadinya cuma mangga mentah sekarang ada produk hilirisasinya dan sebagainya,” ungkap Ivi.

Dalam mendukung perkembangan UMKM ini, INOTEK tidak memberikan bantuan berupa permodalan langsung, melainkan berfokus pada penguatan kapasitas produksi, pemberian alat, perbaikan kemasan, hingga perluasan akses pasar melalui strategi business matching.

“Kalau permodalan memang kita tidak berikan saat ini, tapi lebih kepada kita bantu berikan alat, kemasan, promosi lewat kegiatan demo day, dan sekarang kita juga adakan business matching dengan retail-retail agar omset mereka meningkat,” jelasnya.

Tembus Pasar Ekspor dan Jaminan Halal

Tidak hanya menyasar pasar domestik, Ivi dengan bangga menyebutkan bahwa beberapa produk unggulan dari kelompok usaha binaan INOTEK bahkan telah berhasil menembus pasar ekspor, seperti produk olahan dari Pandeglang dan Kebumen (seperti Geatri dan produk tanaman lainnya).

Selain itu, seluruh produk yang ditampilkan juga telah dipastikan kelayakannya demi menjaga kepercayaan konsumen.

“Semua sudah kita daftarkan halalnya. Jadi minimal kita pastikan legalitasnya sudah PIRT dan halal,” tegas Ivi.

Gandeng Pemerintah dan Siapkan Ajang Pitching

Keberhasilan program ini tentu tidak lepas dari kolaborasi erat dengan pemerintah daerah dan dinas terkait di masing-masing wilayah. Ke depannya, INOTEK menargetkan untuk memperluas cakupan program hingga merangkul 5 sampai 6 kabupaten tambahan pada tahun depan.

Sebagai rangkaian penutup di ajang Agrinex 2026, INOTEK juga menggelar agenda business pitching yang menghadirkan tokoh nasional seperti Sandiaga Uno, perwakilan dari BRIN, serta Bank Permata sebagai dewan juri. Nantinya, para pelaku UMKM terbaik akan mendapatkan reward yang diproyeksikan untuk kembali digunakan dalam pembelian alat guna meningkatkan kapasitas produksi.

“Harapannya, dengan upaya kami mendukung kelompok usaha dan UMKM ini, dapat menggerakkan perekonomian lokal, mereka bisa go global, devisa negara meningkat, sekaligus membuka lapangan pekerjaan baru,” pungkas Ivi.(yr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!