Sorotjakarta,-
Ajang kompetisi pencak silat berskala nasional, Sobat Gas Pencak Silat Championship 2026, resmi digelar dan sukses menarik antusiasme tinggi dari berbagai kalangan. Kejuaraan yang berlangsung selama dua hari ini diikuti oleh sebanyak 1.100 peserta dari tingkat sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), sekolah menengah atas (SMA), hingga mahasiswa yang datang dari 15 provinsi di Indonesia.
Pembina Sobat Gas Dr. Suhadi Rizki Herdianto, SH., M. Kn menyampaikan apresiasi mendalam atas kelancaran pembukaan acara serta tingginya semangat para peserta dan sambutan hangat dari para tamu undangan yang hadir.
Ajang Pembentukan Karakter dan Prestasi Generasi Muda
Dalam keterangannya, Pembina Sobat Gas menekankan bahwa pencak silat bukan sekadar olahraga atau seni bela diri warisan leluhur, melainkan sarana penting untuk membentuk karakter positif generasi muda di tengah berbagai krisis moral saat ini.
“Dengan adanya fokus untuk pengembangan pencak silat di negara kita, ini sangat bermanfaat untuk pembentukan karakter para penggiat dan pemuda kita. Anak-anak sekarang banyak krisis karakter seperti tawuran, game, hingga narkoba, sehingga pencak silat menjadi benteng pertahanan karakter,” ujar Pembina Sobat Gas, Sabtu, 10/10/2026 di GOR Ciracas, Jakarta Timur.
Lebih lanjut, ia juga berpesan kepada seluruh peserta agar senantiasa mengutamakan keselamatan dan kesehatan baik sebelum maupun sesudah pertandingan. Kejuaraan ini tidak hanya menjadi wadah kompetisi seni, tanding, tunggal, dan ganda beregu, tetapi juga membuka jalur prestasi bagi masa depan para atlet muda.
Berkelanjutan dan Berdampak Luas
Mengusung filosofi “Bersama Bermanfaat”, kejuaraan ini direncanakan menjadi agenda rutin tahunan berskala nasional. Ke depannya, pihak penyelenggara berkomitmen untuk terus melakukan inovasi agar dampaknya tidak hanya dirasakan oleh para atlet dan peserta saja, tetapi juga merambah ke sektor UMKM serta pelestarian budaya lokal di masyarakat.
Melihat antusiasme yang luar biasa di mana para peserta bahkan sudah hadir sejak jauh-jauh hari sebelum pembukaan untuk mempersiapkan diri pihak penyelenggara optimis bahwa pelestarian seni bela diri tradisional ini akan terus terjaga dari generasi ke generasi. (yr)
