Agustus 29, 2026

Sorotjakarta,-
Ajang Fashion Show Wastra Nusantara 2026 kembali menjadi panggung megah bagi kebudayaan Indonesia. Salah satu sorotan utama datang dari desainer asal Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Toyasika Aura Jartika, yang memukau penonton lewat karya tenun khas daerahnya.

Dalam pergelaran tersebut, Toyasika membawa keindahan tenun tulang khas Sumbawa Barat dengan motif utama Kemang Tonyong atau bunga teratai. Motif ini dipilih karena menyimbolkan kesucian, keteduhan, keindahan, serta ketangguhan untuk terus tumbuh dan berkembang dalam berbagai kondisi.

“Kain tenun ini bukan sekadar benang yang ditenun, melainkan simbol kejayaan, doa, dan identitas daerah yang tak akan lekang oleh waktu bersama keindahan Wastra Nusantara,” ujar Toyasika di atas panggung acara, Jumat, 28/8/2026.

Sentuhan Ramah Lingkungan dan Teknik Modern

Tantangan terbesar bagi Toyasika sebagai desainer adalah bagaimana menjaga warisan tradisional tetap relevan untuk generasi muda tanpa merusak nilai sakralnya.

Dari tantangan ini, ia mengusung konsep busana kasual modern etnik yang segar dan fungsional.

Tak hanya mengedepankan estetika, karya Toyasika juga mengusung konsep sustainability (keberlanjutan):

* Pewarna Alami: Pewarnaan kain memanfaatkan bahan alami seperti biji kulit asam, daun ketapang, serabut kelapa, daun mangga, dan daun sawo, dengan fiksasi kapur sirih.

* Inspirasi Warna: Palet warna busana terinspirasi dari warna-warna kerang di Pantai Labuan Kertasari, salah satu destinasi wisata pesisir di Sumbawa Barat.

* Busana Wanita (Technique Zero Waste): Memadukan siluet tegas dan asimetris dengan teknik zero waste untuk memastikan tidak ada sisa potongan kain tenun bernilai tinggi yang terbuang sia-sia.

* Busana Pria (Manipulasi Kain): Jaket pria menampilkan teknik manipulasi kain berupa anyaman tangan yang rapi dan kokoh, melambangkan kuatnya jiwa kegotongroyongan masyarakat Sumbawa Barat.

Melalui karya ini, Toyasika berharap dapat terus menginspirasi generasi muda agar semakin bangga dan mencintai warisan budaya lokal Nusantara.(yr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!