Agustus 29, 2026

Sorotjakarta,-
Ajang Fashion Show Wastra Nusantara 2026 resmi digelar sebagai bagian dari pameran tahunan APKASI Otonomi Expo (AOE) 2026 yang memasuki penyelenggaraan ketiga.

Kegiatan yang mengusung tema “Sustainable Heritage: Mahakarya Wastra Nusantara” ini menjadi ajang pembuktian komitmen pelestarian budaya sekaligus penggerak roda ekonomi kreatif daerah.

Dalam sambutannya, Bupati Sumba Barat Daya menyampaikan pantun pembuka yang menekankan pentingnya menjaga warisan budaya bangsa yang telah diakui dunia.

“Pergi ke pasar membeli keripik, jangan lupa membeli kelapa. Indahnya warisan batik, sudah mendunia diakui UNESCO,” ujar Bupati Sumba Barat Daya di hadapan para undangan, Jumat, 28/8/2026.

Bupati menegaskan bahwa pagelaran ini bukan sekadar panggung busana biasa, melainkan langkah nyata Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis budaya.

“Melalui pagelaran ini, APKASI menegaskan bahwa ada tiga tujuan strategis yang ingin dicapai,” tegasnya.

Tiga tujuan strategis tersebut meliputi:
• Promosi Wastra Daerah: Mengangkat keindahan kain khas dari kabupaten-kabupaten di seluruh Indonesia ke tingkat nasional hingga pasar internasional sebagai produk budaya bernilai ekonomi tinggi.

• Wadah Pemberdayaan: Menjadi sarana bagi para desainer dan pengrajin daerah untuk menampilkan karya terbaik agar mampu bersaing di industri fashion global.

• Wariskan Budaya dan Berdampak Ekonomi: Memastikan kekayaan tradisi tetap relevan, dilestarikan, dicintai, dan memberikan dampak ekonomi nyata bagi kesejahteraan masyarakat daerah dalam jangka panjang.

Angkat Harkat dan Martabat Perempuan

Lebih lanjut, Bupati Sumba Barat Daya menyoroti peran penting perempuan di balik keindahan kain tenun dan batik Nusantara. Pagelaran ini disebutnya sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi para perempuan pengrajin di berbagai penjuru negeri.

“Wastra adalah salah satu bagian mengangkat harkat dan martabat perempuan-perempuan Indonesia. Kita tahu bersama bahwa batik, tenun, dan perajin kerajinan tangan ini didominasi oleh kaum perempuan. Oleh karena itu, ajang ini juga menjadi sarana untuk mendukung dan memberdayakan perempuan Indonesia,” lanjutnya.

Di akhir sambutan, Bupati menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran pengurus APKASI, Direktur Eksekutif APKASI Salman Simanjuntak, para ketua TP PKK, para desainer, dewan juri, serta seluruh pemerintah daerah yang turut menyukseskan acara ini.

Acara Fashion Show Wastra Nusantara 2026 kemudian secara resmi dibuka dengan harapan dapat terus memperkuat potensi ekonomi daerah berbasis kearifan lokal.(yr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!