Juli 23, 2026

Biak, sorotjakarta.com
Kepala SMA Negeri 1 Biak Kota, Rudolf Albert Randongkir,S.Sos, memastikan proses Seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru / SPMB tahun ajaran 2026-2027 berjalan aman, lancar, dan sesuai ketentuan yang ditetapkan pemerintah daerah.

Hal itu disampaikan Rudolf kepada awak media di Biak. Ia menegaskan, sebagai sekolah yang mendapat amanah dari pemerintah daerah dan masyarakat Biak, seluruh dewan guru berkomitmen untuk memanusiakan manusia melalui proses belajar mengajar.

Pelaksanaan SPMB tahun ini kami lakukan berbasis online. Puji Tuhan berjalan dengan baik,” ujar Rudolf.

Berdasarkan data panitia, sebanyak 518 calon siswa mendaftar ke SMANSA Biak. Dari jumlah tersebut, 483 siswa telah melakukan daftar ulang dan menyelesaikan administrasi. Sementara itu, 223 siswa sudah melapor diri kepada panitia.

Terkait besaran biaya, Rudolf menjelaskan bahwa sekolah bersama Komite telah mengambil keputusan pada 22 Juli 2026. Standar biaya pendaftaran ditetapkan dalam kisaran Rp200.000 hingga Rp500.000 untuk 450 siswa baru.

Kami menggunakan prinsip subsidi silang. Orang yang mampu akan menutupi bagi yang kurang mampu. Jadi ada yang Rp200 ribu, Rp400 ribu, sampai Rp500 ribu,” jelasnya.

Rinciannya sebagai berikut:
1. Rp200.000 untuk orang tua dengan penghasilan tidak tetap dan pemilik hak ulayat
2. Rp400.000 untuk pedagang dan pemilik usaha
3. Rp500.000 untuk PNS atau Swasta

Selain biaya pendaftaran, Komite juga menetapkan iuran komite sebesar Rp50.000 hingga Rp150.000. Besaran disesuaikan dengan tingkat pendapatan orang tua berdasarkan data dan hasil wawancara saat pendaftaran.

Ketua Komite SMANSA Biak Ferdinand P Abidonfiu, SE, meluruskan informasi yang beredar di masyarakat. Ia menegaskan bahwa kabar mengenai iuran komite sebesar Rp300.000 adalah tidak benar.

Tujuan iuran orang tua murid ini untuk meningkatkan mutu pendidikan di sekolah. Pembayaran hanya dilakukan sekali saat pendaftaran ulang, bukan pungutan bulanan,” tegas Ferdinand.

Dana tersebut akan dialokasikan untuk rehabilitasi pagar belakang sekolah yang kondisinya sudah memprihatinkan.

Ferdinand menambahkan, ada pula dana partisipasi dari orang tua dengan besaran Rp800.000 hingga Rp1.000.000*. Dana ini diperuntukkan bagi orang tua yang berprofesi sebagai pejabat dan pegawai swasta.

Dana-dana tersebut akan digunakan untuk membenahi kerusakan-kerusakan kecil di sekolah. Pada tahun sebelumnya pernah juga dana partisipasi difungsikan untuk pengecoran lapangan upacara, dan pada tahun ini direncanakan juga untuk pagar tembok sekolah yang sudah tidak layak atau goyang,” ujarnya.

Ia menyebut, dana BOS dari pemerintah tidak mencukupi untuk semua kebutuhan. Sehingga diperlukan tambahan dari komite untuk hal-hal di luar cakupan BOS. Komite sendiri bersifat tenaga sosial dan tidak menerima honor, hanya diberikan uang transport bagi pengurus yang waktunya tersita.

Pihak sekolah mengimbau kepada orang tua murid kelas 10, 11, dan 12 agar tidak mudah percaya pada informasi yang belum jelas. Jika ada keluhan, diminta langsung berkoordinasi dengan pihak sekolah atau menghubungi Ketua Komite melalui nomor WA yang telah dibagikan.

Tujuan kita bersama adalah menopang sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan bagi anak-anak yang bersekolah di SMA Negeri 1 Biak,” tutup Ferdinand.(Herikson K)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!