Juli 10, 2026

Sorotjakarta,-
Muktamar ke XXIII Al Jam’iyatul Washliyah yang dihadiri oleh perwakilan dari sekitar 38 Wilyah di seluruh Indonesia resmi berlangsung. Agenda akbar ini mengusung tema besar “Berkhidmat untuk umat menuju Indonesia Maju”.

Dalam perhelatan tingkat nasional ini, wilayah Maluku turut mengirimkan delegasinya. Tercatat ada tiga orang perwakilan dari Maluku yang hadir langsung untuk menyukseskan jalannya muktamar. Salah satu perwakilan tersebut adalah Sitti Badaria Atnangar, M.Pd yang hadir mewakili unsur Muslimat Al Washliyah Maluku. Sementara itu, delegasi Maluku lainnya dipimpin langsung oleh Ketua Wilayah, Ilham Sipahutar, M.Sc beserta dua orang pengurus wilayah lainnya.

Saat diwawancarai di sela-sela acara, Sitti Badaria Atnangar mengakui bahwa perkembangan Al Jam’iyatul Washliyah di daerah Maluku saat ini memang belum cukup maju secara signifikan. Kendati demikian, kehadiran mereka dalam muktamar ini menjadi komitmen nyata untuk terus membawa perubahan positif bagi organisasi di daerah.

“Harapannya dari muktamar ini, semoga pemimpin ke depan tetap ikhlas & istiqmah membangun Al Washliyah agar lebih maju, lebih berkontribusi untuk Indonesia, dan lebih khususnya untuk wilayah Indonesia Timur,” ujar Sitti Badaria Atnangar, Rabu, 8/7/2026.

Terkait dengan figur kepemimpinan masa depan organisasi, Sitti Badaria Atnangar mendambakan keberlanjutan. Ia berharap agar petahana (incumbent), Ayahnda Dr. Masyhuril Khamis, dapat kembali bertahan dan memimpin Al Jam’iyatul Washliyah untuk periode selanjutnya.

Selain aktif di organisasi keagamaan, Badaria sendiri dikenal fokus dalam urusan pendidikan anak yatim & dhuafa Indonesia Timur dan mulai membangun yayasan sendiri. Secara konsisten sejak tahun 2014, ia aktif bergerak dalam pemberdayaan & tiap tahunnya mengirim anak daerah dari 11 kab/Kota di Provinsi Maluku untuk mondok di pulau Jawa menjadi hafiz Al-Qur’an serta memfasilitasi anak-anak dari wilayah Indonesia Timur untuk mendapatkan akses pendidikan. Melalui program Kartu Indonesia Pintar (KIP), ia telah membantu puluhan anak daerah mengenyam pendidikan tinggi, di mana pada tahun 2025 lalu sekitar 30 anak asuhannya telah berhasil lulus dan diwisuda.(yr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!