Juli 7, 2026

Biak, Sorotjakarta,-
Pemerintah Daerah Kabupaten Biak Numfor bersama masyarakat kembali menegaskan komitmennya menjaga warisan budaya bahari leluhur melalui pelaksanaan Festival Biak Munara Wampasi Tahun 2026 yang dipusatkan di Kampung Anggopi.

Bupati Biak Numfor Markus.O.Mansnembra dalam sambutannya menyampaikan bahwa perwakilan pemerintah daerah memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh masyarakat Biak Numfor yang telah berpartisipasi menyukseskan rangkaian festival tahun ini.

Kehadiran kita semua saat ini merupakan komitmen luar biasa dari kita yang ada di Biak untuk terus mengangkat dan menjaga budaya kita,” ujar Mansnembra di hadapan masyarakat yang hadir.

Ia menekankan pentingnya mengingat sejarah peradaban orang Biak sebagai pelaut ulung Nusantara. Menurutnya, jauh sebelum teknologi modern ada, para mambri Biak telah mengarungi lautan hingga ke gugusan kepulauan Pasifik, serta wilayah Indonesia bagian Timur, Tengah, dan Barat.

Sejarah mencatat, ketika yang lain belum kemana-mana, orang Biak sudah pergi kemana-mana. Dengan perahu-perahu yang sebentar kita akan saksikan bersama,” katanya lagi.

Lebih lanjut ia menyoroti kearifan para leluhur yang mengandalkan ilmu pelayaran tradisional. Tanpa GPS dan perangkat teknologi, para mambri terdahulu mampu membaca bintang untuk menentukan arah pelayaran.

Hari ini kita kembali untuk mengakui bagaimana para mambri di waktu lalu bisa menjaga harga diri kita orang Biak. Apakah sebagai pedagang, sebagai pejuang untuk merebut hak-hak dari bangsa lain, itulah yang dilakukan para mambri kita,” ucapnya.

Ia juga meluruskan stigma bahwa orang Biak tidak terlihat di mana-mana. Faktanya hari ini, kalau orang bilang orang Biak tidak kelihatan di mana-mana, memang benar orang Biak tidak kemana-mana. Tapi orang Biak sudah ada di mana-mana,” tegasnya pula.

Salah satu agenda utama festival hari ini adalah atraksi perahu tradisional Mansusu dan Wairon. Namun karena kondisi cuaca yang kurang bersahabat, pelaksanaan atraksi tidak dapat ditampilkan secara maksimal.

Mohon maaf, semestinya atraksi ini pasti akan sangat menarik. Tetapi kondisi cuaca yang tidak begitu bersahabat. Sekali lagi mohon maaf, kita bisa menyaksikan apa yang akan ditampilkan oleh saudara-saudara kita,” ujarnya.

Festival Biak Munara Wampasi 2026 menjadi salah satu upaya nyata Pemerintah Daerah Biak Numfor dalam melestarikan budaya, sekaligus mengingatkan generasi muda akan jati diri orang Biak sebagai bangsa pelaut.

Acara ditutup dengan doa bersama agar kegiatan berjalan lancar dan Tuhan memberkati seluruh masyarakat Biak Numfor,”tutup Bupati.( Herikson)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!