Juni 19, 2026

Sorotjakarta,-
Mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Din Syamsuddin, menyampaikan seruan terbuka yang ditujukan langsung kepada Presiden RI Prabowo Subianto. Hal tersebut disampaikannya saat memberikan sambutan dalam acara peluncuran (launching) buku karya Ponco Sutowo yang digelar di Hotel Sultan, Jakarta, pada Sabtu (13/6/2026).

Dalam orasinya, Din Syamsuddin mendesak aparat penegak hukum dan keadilan untuk bertindak adil dan menjauhi praktik suap-menyuap (rasywah). Beliau mengingatkan dengan keras bahwa dalam ajaran Islam, baik pemberi maupun penerima suap sama-sama dilaknat oleh Allah SWT.

​”Tegakkanlah keadilan seadil-adilnya. Jika dalam proses terhadap kasus ini ada penyuapan, ada rasywah, yang jelas dalam agama Islam akan terlaknat pelakunya dan yang menerimanya,” ujar Din Syamsuddin tegas di hadapan para hadirin.

Ia menilai, dugaan praktik-praktik seperti ini berpotensi meruntuhkan keutuhan negara dan bangsa Indonesia jika terus dibiarkan terjadi.

Mengetuk Hati Presiden Prabowo

Secara khusus, Din Syamsuddin memanfaatkan momentum tersebut untuk mengetuk hati Presiden Prabowo Subianto, yang ia sebut sebagai sahabat baiknya (my good friend). Ia meminta Presiden untuk turun tangan menghentikan apa yang ia sebut sebagai upaya kriminalisasi dan perampasan hak yang menimpa PT Indobuildco selaku pengelola Hotel Sultan.

​”Saya mengetuk hati Bapak Prabowo Subianto untuk, dengan hati nurani, dengan visi kebangsaan dan keindonesiaan Bapak Prabowo yang sangat kuat. Inilah saatnya Bapak turun tangan untuk menghentikan kriminalisasi dan perampasan hak atas PT Indobuildco,” tambahnya.

Din Syamsuddin juga menekankan bahwa langkah ini penting demi menegakkan keadilan yang berketuhanan yang maha esa, sebagaimana yang diamanatkan oleh Pancasila dan UUD 1945 nilai-nilai yang juga tertuang dalam AD/ART partai yang dipimpin oleh Presiden Prabowo.

Dukungan untuk Pengusaha Pribumi

Di akhir sambutannya, Din Syamsuddin memberikan pesan moril kepada Ponco Sutowo dan menegaskan bahwa ia tidak sendirian. Beliau menyatakan dukungannya terhadap keberadaan pengusaha nasional atau pengusaha pribumi yang menurutnya wajib didukung oleh negara.

​”Selamat Pak Ponco, dan sekali lagi Anda tidak sendiri. Kita semua berada untuk membela. Inilah saatnya kita tegakkan keadilan yang menjadi ruh dari negara yang berdasarkan hukum Republik Indonesia ini,” pungkasnya yang kemudian ditutup dengan seruan takbir.(yr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!