Sorotjakarta,-
Gabungan Koperasi Indonesia menggelar pengukuhan pengurus tingkat provinsi serta kabupaten/kota se-Provinsi Banten dalam sebuah agenda resmi yang berlangsung di Jakarta, Sabtu (25/4). Kegiatan ini menandai penguatan struktur organisasi koperasi yang diharapkan mampu mempercepat pelayanan kepada masyarakat, khususnya pelaku UMKM.
Ketua Dewan Pengawas Gabungan Koperasi Indonesia, Prof. Dr. H. Tubagus Bahrudin, SE.,MM, menyampaikan bahwa pengukuhan ini merupakan hasil keputusan rapat pleno organisasi yang telah disepakati bersama.
“Alhamdulillah, hari ini melalui rapat pleno kami secara resmi mengukuhkan pengurus Gabungan Koperasi Indonesia untuk Provinsi Banten. Ada satu pengurus tingkat provinsi dan delapan ketua dari kabupaten/kota yang akan dikukuhkan pada hari ini,” ujarnya kepada awak media.
Ia menjelaskan bahwa delapan ketua kabupaten/kota tersebut akan menjadi ujung tombak organisasi dalam menggerakkan koperasi di daerah masing-masing. Dengan struktur yang lengkap, diharapkan program-program koperasi dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Menurutnya, kehadiran Gabungan Koperasi Indonesia membawa konsep berbeda dibanding koperasi pada umumnya. Koperasi ini tidak berfokus pada simpan pinjam, melainkan pada perdagangan komoditas yang langsung menyentuh kebutuhan pelaku usaha.
“Koperasi ini pada dasarnya seperti bank kecil, tetapi bukan memberikan pinjaman uang. Kita bantu anggota melalui komoditas. Misalnya pengusaha membutuhkan beras atau bahan usaha lainnya, kita fasilitasi dalam bentuk barang. Ini solusi nyata bagi pelaku UMKM yang sering tidak terjangkau perbankan,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menyoroti banyaknya pelaku usaha di daerah yang belum tersentuh akses pembiayaan formal. Karena itu, Gabungan Koperasi Indonesia hadir sebagai wadah besar yang menaungi berbagai koperasi dan pelaku usaha, dari skala kecil hingga menengah.
Terkait program kerja, organisasi telah menyiapkan langkah strategis dalam tiga tahap. Jangka pendek difokuskan pada penguatan struktur organisasi di tingkat kabupaten/kota. Jangka menengah diarahkan pada konsolidasi dan pengembangan jaringan usaha. Sedangkan jangka panjang bertujuan menjadikan koperasi sebagai pusat kekuatan ekonomi berbasis anggota.
Selain itu, Gabungan Koperasi Indonesia juga menyatakan komitmennya untuk mendukung program pemerintah, termasuk dalam bidang ketahanan pangan dan penguatan UMKM di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto.
“Ke depan, kami ingin menjadi bagian dari solusi nasional, terutama dalam ketahanan pangan dan pemberdayaan UMKM. Dengan sistem koperasi berbasis komoditas, kami optimistis bisa memberikan dampak langsung bagi masyarakat,” tambahnya.
Ia juga menambahkan bahwa wilayah DKI Jakarta sebelumnya telah lebih dahulu membentuk dan menjalankan program koperasi selama beberapa bulan terakhir. Sementara itu, Provinsi Banten kini menjadi fokus penguatan berikutnya dengan melibatkan delapan kabupaten/kota secara simultan.
Melalui pengukuhan ini, Gabungan Koperasi Indonesia optimistis dapat memperluas jaringan, memperkuat kolaborasi antar pelaku usaha, serta meningkatkan kesejahteraan anggota koperasi di Provinsi Banten.
