Maret 6, 2026

Sorotjakarta,-
Wakil Bendahara IWTL (Indonesian Women in Transportation and Logistics) Ellya Ratnasari mengatakan tantangan terbesar dalam mendidik anak diera digital adalah mengajarkan adab, nilai sosial dan pentingnya komunikasi dengam metode orang tua sebagai role mode dan pendamping anak.

Hal ini disampaikan Ellya Ratnasari saat dimintai komentar dalam rangka menyambut Hari Ibu 22 Desember 2025.

“Sebagai orang tua, kita harus mengikuti perkembangan jaman dengan selalu update dengan trend, berita dan issue yang sedang berlangsung (viral). Anak pun pasti bisa mengakses hal yang sama baik dari gadget personal atau orang lain. Dengan pembekalan adab dan nilai yang kita tanamkan kepada anak, diharapkan anak mampu membedakan hal baik atau buruk. Jikalau anak merasa bingung dalam menilai, dia bisa melihat dari contoh yang diberikan orang tua.” Ucap Ellya, Minggu, 21/12/2025.

Lebih lanjut ucapnya, Pendampingan orang tua juga diperlukan supaya anak dapat memfilter informasi dan mengasah kemampuan anak dalam berkomunikasi. Komunikasi yang baik akan memudahkan orang tua dalam mendidik dan membekali keterampilan anak untuk survive di masa depan.

Dalam kesempatan tersebut Ellya menekankan betapa pentingnya komunikasi untuk keseimbangan peran seorang wanita yang dituntut untuk hadir dan menyesuaikan kondisi, dalam satu waktu bisa saja perempuan harus membagi perannya namun terkadang harus menjadi 2 peran atau lebih di saat bersamaan.

“Perempuan harus bisa mengkomunikasikan perannya, jika ia sedang lelah dan membutuhkan peran lain dalam menjalankan perannya – kemukakanlah! Bicarakan dengan pasangan atau orang di sekitar. Bukan untuk bertukar peran namun meminta sedikit toleransi atau menurunkan ekspektasi sekitar terhadap perannya karena perempuan tidak bisa menjalankan peran nya tanpa support system yang solid di sekitarnya.” Ujar Ellya.

Dalam menyambut Hari Ibu 22 Desember 2025, Ellya yang merupakan wanita karier dengan segudang aktivitas memberi pesan kepada sesama ibu di seluruh Indonesia untuk menjadi ibu yang selalu bahagia dan bangga dalam menjalankan setiap perannya.

“Seorang ibu tidak dituntut untuk menjadi sempurna dalam semua perannya, tidak pula harus memilih peran mana yang lebih penting demi memenuhi ekspektasi orang lain. Ibu boleh memiliki keinginan, harapan dan impiannya sendiri, namun jadilah Ibu yang bahagia dan bangga dalam menjalankan setiap perannya” Ujarnya lagi.

Peran seorang ibu dalam membentuk masa depan bangsa kata Ellya dimulai dari keluarga dengan mengajarkan adab dan hal-hal positif sejak dini.

“Seorang ibu tidak pernah lelah untuk terus mengajarkan hal baik agar anak terus maju, berpikiran luas, mandiri berdaya saing serta mampu mengembangkan ide kreatifnya. Sosok Ibu tidak sekedar mengajarkan anak untuk sukses tetapi mengajarkan untuk mencapai kesuksessan dengan cara yang beradab.” Tandas Ellya.(yr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *