Sorotjakarta,-
Ketua Umum IMCCA (Indonesia Maritim Crewing Agent Association) Hengki Wijaya mengatakan kehadiran negara dalam tata kelola migrasi hingga saat ini belum dapat dirasakan oleh teman-teman, baik dari civil society, migran dan pengusaha.
Hal tersebut dikatakan Hengki Wijaya saat menghadiri acara Peluncuran catatan akhir tahun Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) yang mengangkat tema
“Jejak Gelap Migrasi di Rezim Ekonomi: Jaringan Bisnis Perdagangan Orang dan Runtuhnya Hak Asasi di Era Krisis Iklim”.
“Kehadiran pemerintah sangat dibutuhkan untuk political will untuk bernegosiasi dengan negara-negara penerimanya.” Ujar Hengki lagi.
Dalam kesempatan tersebut, Ketum IMCCA juga mengapresiasi teman-teman SBMI yang menggelar kegiatan ini.
“Kehadiran SBMI dalam mengadvokasi teman-teman pekerja migran sangat luar biasa, kami sangat mengapresiasi.” Ujar Hengki.
Dalam catan akhir tahun yang dirilis SBMI, mantan pekerja migran ini angkat suara dengan mengatakan bahwa regulasi yang dibuat negara yang terutama dapat dijalankan sehingga kehadiran regulasi tersebut dapat benar-benar bermanfaat dan berkeadilan buat semua, khsususnya bagi pekerja migran dan industri, sehingga dapat menepis komentar-komentar negatif terhadap negara.
“Kami berharap kehadiran negara sebagai yang memiliki power dalam melindungi rakyatnya, menyediakan lapangan pekerjaan, memastikan perlindungan bagi para pekerja yang ingin bekerja keluar negeri itu harus benar-benar dapat dirasakan bagi pekerja migran, karena orang yang bekerja keluar negeri itu karena pilihan bukan keterpaksaan, untuk itu sekalilagi kami berharap kehadiran negara bukan dalam setiap kasus-kasus yang ada dalam perlindungan migran, akan tetapi bagaimana negara dapat memitigasi yang dilakukan sehingga negara dapat meminimalisir resiko masalah dan jika terjadi masalah penangannyapun akan mudah.(yr)
