Maret 6, 2026

Sorotjakarta,-
Sebagai bagian dari kegiatan kerja praktek (KP), tiga mahasiswa Program Studi Teknik Informatika Universitas Pamulang berhasil merancang dan mengimplementasikan sistem pencatatan pelanggaran siswa berbasis web di SMA Negeri 11 Kota Tangerang Selatan.

Mahasiswa yang terlibat dalam proyek ini adalah Aldy Dharmawan, Sabrina Febrian Komala Dewi, dan Tegar Ramadhan Tripriya Setiawan. Mereka mengembangkan sistem ini sebagai solusi atas pencatatan pelanggaran yang selama ini masih dilakukan secara manual melalui buku tata tertib siswa, yang rentan terhadap kerusakan, kehilangan, dan kesalahan pencatatan.

Sistem ini memungkinkan pencatatan pelanggaran dilakukan secara digital dan terpusat, dengan fitur-fitur seperti input data pelanggaran, pengelolaan siswa, dan klasifikasi jenis pelanggaran berdasarkan poin. Sistem dikembangkan menggunakan CodeIgniter sebagai framework pengembangan aplikasi dan MySQL sebagai basis datanya, dengan pendekatan metodologi Waterfall.

“Dengan sistem ini, proses pencatatan dan pelaporan menjadi lebih cepat, akurat, dan efisien. Guru BK dan wali kelas bisa lebih mudah memantau data pelanggaran siswa dan mengambil tindakan pembinaan yang tepat,” ujar Sabrina selaku perwakilan kelompok.

Pihak sekolah melalui staf IT, Elroi Imanuel Manuhutu, S.Kom, menyambut baik pengembangan ini. “Sebelumnya, pencatatan dilakukan manual dan cukup merepotkan. Dengan adanya sistem ini, proses pendisiplinan siswa bisa dikelola lebih rapi dan terdokumentasi,” ujarnya.

Kegiatan kerja praktek ini berlangsung selama dua bulan, mulai 9 April hingga 9 Juni 2025, diakhiri dengan presentasi serta penyerahan sistem kepada pihak sekolah.

Dosen pembimbing kerja praktek, Farizi Ilham, S.Kom., M.Kom., menyatakan bahwa proyek ini tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis mahasiswa, tapi juga memberikan kontribusi nyata pada institusi pendidikan.

Dengan keberhasilan ini, diharapkan sistem serupa dapat diadaptasi oleh sekolah-sekolah lain untuk mendukung penerapan teknologi informasi dalam membangun budaya disiplin siswa secara modern.(dy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *