Maret 6, 2026

Sorotjakarta,-
Terkait Digitalisasi Perbankan yang di canangkan oleh Presiden Jokowi memprediksia Indonesia pada tahun 2019 akan menjadi the biggest digital econommy di Asia Tenggara, tak bisa di pungkiri perubahan di segala bidang mengalami kemajuan teknologi termasuk sektor perbankan.

Terkait inovasi serta berbagai prestasi perbankan dalam mneghadapi era digitalisasi, kembali Majalah Ekonomic, Perbanas institut, IPMI serta Indonesia- Asia Institue, NBO Group Thomas International , PQI International, Frotliner Sevice, evlai menggelar acara “Anugerah Perbankan Indonesia ke-VII dan Anugerah BPR Indoneisa ke-VI pada tahun 2018.di Jakarta, Senin, 19/11/2018.

Penghargaan ini merupakan penghargaan bergengsi yang di terima oleh beberapa perusahaan perbankan yang telah di sesuaikan dengan pengelompokan perbankan berdasarkan: Aset Perusahaan, Kelompok buku dan kepemilikan saham perusahaan( Pemerintah, BUMN, Anak Perusahaan BUMN, BUMD, Swasta), nominator APBPI ke- VII dan APBRI ke-VI, telah diseleksi berdasarkan penilaian kinerja keuangna perusahaan pada Desember 2017 yang lalu dengan menggunakan metode perhitungan dan analisis data yang di peroleh dari berbagai aset, data yang di publikasikan.

Anugerah Perbankan Indoneisa dan Anugerah BPR Indonesia menjadi salah satu penghargaan atas mereka perbankan yang telah mampu terus berinovasi dan menorehkan prestasi dalam menjalankan bisnisnya sepanjang tahun 2017, papar ketua penyelenggata APBI ke- VII dan APBRI ke- VI tahun 2018.

Ketua dewan juri Prof. Dr. Ir. Marsudi Wahyu Kisworo, Msc, mengatakan era digital ini semua menggunakan digital, mendorong semua sektor untuk mengikuti perkembangan teknologi.

“Mereka para peraih penghargaan ini merupakan para pelaku usaha disektor perbankan yang telah terbukti berinovasi dan mengembangkan usahanya di tengah ketatnya persaingan.” Ucapnya.(yurike)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *