Maret 7, 2026

Sorotjakarta,
Sarasehan Kue Bulan dan Pagelaran Wayang Potehi Rumah Cinwa, tampak ramai oleh para pengunjung di sekitar Taman Kaldera yang berlokasi di daerah pinggiran kota Jakarta tepatnya di Setu Jatijajar, Cimanggis, Depok, acara ini juga di ramaikan dengan acara icip-icip kuliner peranakan Tionghoa Indonesia. Minggu, 15/10/2018.

Dwi Woro Retno Mastuti, adalah salah satu penerus dan pendiri dari Rumah Cinwa di taman Kaldera menceritakan tentang sejarah berdirinya Taman Kaldera yang sekarang telah ramai dan menjadi salah satu onyek Wisata di daerah pinggiran.

“Saya dan saudara mendapatkan ammanah dari orang tua untuk meneruskan rumah ini dan menjadikan tempat ini bermanfaat untuk orang banyak, demikian ucap woro lalu dia melanjutkan cerita, hingga kami yang bersaudara tiga, akhirnya memenuhi pesan orang tua untuk memperbaiki sedikit demi sedikit tempat ini, dengan segala kemampuan kami, pelan namun pasti berkat dukungan dari berbagai komunitas dan sosialisasi yang tak henti hingga akhirnya komunitaslah yang membuat Kaldera seperti sekarang.” Jelas Dosen dan Peneliti Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, pada Universitas Indonesia.

Taman Kaldera yang terletak di daerah pinggiran saat ini telah tertata dengan indah dan cantik, di tambah dengan pandangan ke depan dari Rumah Cinwa tampak danau luas yang asri.

Di lokasi yang sekarang telah menjadi salah satu obyek wisata ini ternyata, pengurusnya juga sering menyelenggarakan berbagai acara, salah satunya adalah Bincang Sore tentang tradisi budaya masyarakat Tionghoa, dengan menghadirkan para pembicara antaralain: Prof. DR.A. Dahana seorang sinologi Universitas Indonesia, Yi Ying adalah ketua Jurusan Sastra Cina Binus, Aji Chen Bromokusumo adalah Sekertaris Umum Aspertina, Arwan Tjahjadi adalah Ketua Umum P2TM Indonesia, dengan di moderatori oleh Dwi Woro Retno Mastuti, acara bincang sore di tutup dengan pementasan Wayang Potehi.

Taman kaldera sekarang telah berusia 4 tahun sejak berdiri tahun 2014, pengurus menjadikan tempat ini bukan saja sekedar rekreasi namun juga pengunjung di suguhkan dengan pertunjukan Wayang Potehi serta acara lain yang sifatnya untuk melestarikan Kebudayaan Thionghoa.

Woro salah satu pendiri Rumah Cinwa berharap agar para seniman yang berada di daerah pinggiran harus bersatu, “berkaryalah, bangunlah daerah pingiran dan kembangkanlah budaya kita agar semu orang tahu bahwa seni ada dalam diri kita, karna dengan seni dan budaya kita juga dapat membangun bangsa dan negara.” Ucapnya(yurike)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *