Maret 7, 2026

Sorotjakarta,-
penggunaan dan kebutuhan gadget saat ini tidak hanya dinikmati oleh orang dewasa saja, tetapi juga oleh anak-anak.

Oleh karena itu, orang tua perlu memberi pengawasan agar anak tidak terkena potensi bahaya dari gadget. Tanpa pengawasan orang tua, gadget dapat mempengaruhi perkembangan anak.

Hal ini pun menjadi perhatian dari sosok guru dan pendidik, Ade Syaefuddin S. Pd.I, MM
dengan menggelar Seminar Parenting dan Talkshow Inspirasi yang berlangsung di Mall Metro Kebayoran, Ulujami Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Minggu, 28/5/2023.

Seminar yang mengambil tema Pola Pengasuhan Anak di Era Digital dan Optimalisasi Sistem Lembaga Pendidikan tersebut menghadirkan narasumber yang ahli dibidangnya seperti Agastya Hajunadhi, M.Pd penggiat parenting, penulis, founder visi foundation dan Neneng Kurnia S.Sos.I, MM owner PAUD, TK dan PKBM Bannan CEO Kampung Sahabat.

Ade mencontohkan pola pengasuhana anak di era digital saat ini berbeda dengan era dizamannya.

Menurutnya dengan semakin canggihnya dunia digital pergeseran-pergeseran moral dan pergeseran lainnya harus kita sikapi.

“Kita coba dengan pola pengasuhan anak di era digital kemudian juga optimalisasi sistem pendidikan dengan harapan yang hadir hari ini kebanyak para guru dan kepala di pimpinan lembaga masing-masing mereka bisa membuat sistem pendidikan yg optimal guna menunjukan kualitas dan kompetensi bagi anak-anak dan peserta didik.” Ujar Calon anggota DPRD DKI Jakarta dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Ade Syaefuddin yang juga ketua TPA/TPQ wilayah DKI Jakarta tersebut mengatakan kegiatan yang digagasnya merupakan langkah untuk membantu para orang tua dalam mengasuh anak di era digital.

“Kemarin itu kita buat kegiatan jago bikin konten dari HP, kemudian hari ini tentang pola pengasuhan anak di era digital, Insya Allah akan memberikan edukasi.” Ujar Caleg PKS Dapil 7, nomer 7 ini.

Ia menyebut setelah kegiatan ini, kedepan akan banyak kegiatan -kegiatan positif yang bermanfaat bagi apa anak-anak muda khususnya di Dapil 7 yang meliputi Kebayoran Lama, Kebayoran Baru, Pesanggrahan Cilandak dan Setiabudi.

“Kedepan akan ada edukasi lainnya seperti, cooking clas, pelatihan dongeng, sulap edukasi, merangkai buah untuk iven dan lainnya, mohon doanya, saya ingin bermanfaat untuk umat, saya ingin bergerak saja, ingin berbuat kebaikan, mudah-mudahan apa yang saya lakukan bernilai manfaat dan ibadah untuk diri saya.” Harap Ade.

Ditempat yang sama Agastya Hayunadhi selaku narasumber dalam acara tersebut menerangkan kemajuan tehnologi mempengaruhi pola pengasuhan anak untuk itu dibutuhkan adanya atisipasi agar menjadi manfaat bukan menjadi bumerang.

“Jika kita nggak siap, nanti bisa jadi bumerang, ilmu pengetahuan terus berkembang, orang-orangnya juga tidak sekedar mengasuh tapi dia harus memahami filsafat pendidikan dan bagaimana tumbuh kembang anak.” Ujarnya.

Sementara narasumber Neneng Kurnia menyebut tantangan pola pengasuhan anak di era digital tentunya media sosial. Namun ia menegaskan nggak perlu kuatir dengan adanya media sosial karena yang terpenting adalah hadirnya ibu dan ayah yang mampu menimbulkan rasa cinta dari keluarga.

“Pengasuhan anak tidak terletak di ibu tetapi di ayah juga. Bagaiman mengokohkan keluarga dengan menumbuhkan cinta, agar anak-anak dapat merasakan cinta dari keluarga dan orang tuanya.” Pungkas Neneng.(yr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *