Mei 13, 2026

Sorotjakarta,-
Kali kedua Dokter Alumni SMANDEL (DAS) berdiskusi bersama Menteri Kesehatan RI. Dalam kesempatan tersebut terlihat betapa sosok Budi Gunadi Sadikin sangat ramah dan terbuka dalam menerima semua masukan dari dokter alumni SMANDEL.l (DAS) saat bertandang ke rumah dinas Menkes pada, Senin, 3/4/2023.

“Aku kerjakan yang terbaik yang aku bisa, biarkan saja public judge gimana, mungkin ada yang prasangka negatif A s.d Z, tapi insya Allah mereka semua akan merasakan manfaatnya nanti kalau aku telah selesai bertugas menjadi Menkes.” Ujar Budi.

Pertemuan diawali dengan presentasi dan memberi masukan konstruktif oleh menteri Budi ke DAS terkait kesejahteraan tenaga kesehatan dari dua hasil survei yg dilakukan (hasil survei internal yang diisi oleh anggota DAS dan ada juga survei eksternal). Take home pay minimal yang diharapkan dokter umum sekitar 10-15 juta per bulan dan spesialis beragam berkisar 50-100 juta per bulan dari hasil survei tersebut, yang utama didiskusikan adalah terkait RUU kesehatan dan 6 pilar transformasi kesehatan yaitu: penguatan layanan primer, penguatan layanan rujukan, pembiayaan, ketahanan, SDM, dan teknologi kesehatan.

Dr. Herry Nursetiyanto, Sp. PD-KEM (FINASIM) selaku ketua umum dokter alumni SMANDEL beserta tim aktif memberikan masukan untuk Kemenkes RI.

Isu hangat tenaga kesehatan ini hanya 1 dari 100 program lada 6 pilar transformasi kesehatan yang sudah dikerjakan Kemenkes RI. Dan semua programnya sudah dilaksanakan dan diinisiasi dengan baik.

“Tadi pak Menkes presentasi program prioritas yang sudah berhasil dikerjakan 8 bulan terakhir setelah sebelumnya fokus dengan covid – 19, diantaranya:
1. Pelaporan dan surveilans stunting by WA oleh kader ke ASIK.
2. Integrasi data ASIK ke SATUSEHAT untuk mapping penyakit menular, tidak menular, dan stunting.
3. Program wolbachia yang efektif mencegah dengue
4. Penemuan kasus TBC prestasi deteksi tertinggi tahun 2022 #TOSSTBC dengan integrasi data BPJS.
5. 10,000 usg di puskesmas untuk deteksi kanker payudara dan USG abdomen kehamilan
6. 300,000 antropometri di posyandu.
7. Revitalisasi 10,000 PKM dan 85,000 pustu.
8. Desain dan implementasi jaringan public health lab di seluruh indonesia, pasang 20 cathlab th 2022, 90 cathlab tahun 2023, kerjasama dengan IAEA utk pasang linec + petscan + brachioterapi di 34 propinsi, membangun hub2 cyclotron agar bisa probide radiofarmaka ke seluruh 34 propinsi, pasang minimal 2 proton beam.
9. Memberikan 2,500 beasiswa dokter, dokter spesialis, fellowship ke dalam dan luar negeri.
10. Simplifikasi Izin dan Pendidikan kedokteran dan mencetak jumlah nakes yang cukup salah satunya dokter spesialis melalui konsep piloting collegium based di 6 kolegium mulai juli 2023 nanti
11. Collegium based berbasis data utk pemerataan dokter spesialis, mencetak dokter spesialis (pencegahan program prioritas kesehatan) yang tersebar ke pelosok, dokter dapat tetap praktek di rs asalnya, sekolah gratis, digaji pemerintah, kebutuhan jenis spesialis berbasis data wilayah dan proses penerimaan sampai output mutunya dibantu royal college london yg dpt memproyeksikan kebutuhan nakes 5-8 th yg akan datang
12. Register kematian ibu dan anak.
13. Modul pelatihan gratis utk semua nakes berbasis sistem sebagai continuing improvement
14. Rencana renovasi RSCM, pembuatan hospital tourism di Makassar, Bali.
15. Anggaran dan pembiayaan kesehatan.
16. Deteksi dini TBC berbasis genome sequencing portable yg mudah dan murah.” Papar Herry.

Masih ujar Herry, “Transformasi memang tidak mudah, butuh kerja keras, cerdas, sinergi, kolaborasi, termasuk keteguhan hati dalam memulai dan menjalankannya. Hilangkan ego sektoral, kita sama-sama berpikir luas, jangka panjang, untuk kepentingan masyarakat luas.” Pungkas Herry. (yr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!