Sorotjakarta,-
Menteri Kesehatan sukses menggelar acara bincang-bincang dan tatap muka bersama organisasi resmi berbadan hukum dokter alumni smandel (DAS) pada Sabtu, 11/3/2023 di BPPSDM Kemenkes Hang Jebat, Jakarta Selatan.
Dalam kesempatan tersebut Menteri Kesehatan mengajak 1,5 tahun kedepan di sisa masa kerjanya untuk seluruh tenaga kesehatan Indonesia untuk bersinergi dan kolaborasi mewujudkan 6 pilar transformasi layanan kesehatan. Beliau menekankan pentingnya kebijakan berbasis data / data driven policy termasuk kolaborasi pemerintah, swasta, rakyat. DAS adalah wujud partisipasi masyarakat.
Adapun Enam Pilar transformasi layanan kesehatan antaralain: Transformasi Layanan Primer, Transformasi Layanan Rujukan, Transformasi Sistem Ketahanan Kesehatan, Transformasi Sistem Pembiayaan Kesehatan, Transformasi SDM Kesehatan, dan Transformasi Teknologi Kesehatan.
Sedangkan Dua hal filosofi transformasi layanan kesehatan:
1. Meningkatkan kualitas dan akses layanan kesehatan untuk kepentingan masyarakat luas
2. Negara harus hadir dalam setiap urusan kesehatan kolaborasi dan sinergi pemerintah pusat dan daerah
Menkes juga menyebut 8 bulan ini lari dan 1,5 th kedepan akan lebih lari cepat mengejar transformasi kesehatan besar-besaran.
“Mohon dukungan semua pihak untuk mewujudkannya. Semuanya demi masyarakat Indonesia. Hilangkan sekat dan ego sektoral, bersama kolaborasi untuk memajukan kesehatan Indonesia.” Tegas Budi Gunadi Sadikin.
Untuk isu pemerataan tenaga kesehatan, Kemenkes sedang menyusun pedoman insentif dokter spesialis dan standar minimum penghasilan untuk tenaga kesehatan di seluruh Indonesia, kemenkes mengedepankan reward bagi dokter yang ingin mengabdi di daerah terpencil dengan insentif dan pengangkatan menjadi PNS. Juga beasiswa dokter spesialis dan subspesialis. Menkes juga sangat mengedepankan promotif preventif dan layanan primer, sedang diatur skema kesejahteraan dokter umum dan dokter keluarga di Indonesia. Bagaimana dokter spesialis cepat diproduksi dengan sangat banyak, merata, ketika sudah merata kita bisa terus tingkatkan pelayanan dengan mutu terbaik yang mementingkan kenyamanan pasien (hospitality). Kemudahan dalam pengurusan izin praktik dokter dengan tetap mengedepankan mutu layanan kesehatan juga akan diperhatikan. Pemberian insentif atau kapitasi bpjs pada faskes berdasarkan angka kunjungan sehat, jika faskes makin menyehatkan masyarakat maka akan mendapat reward lebih tinggi. Kedepannya dokter umum di puskesmas akan dilatih menjadi dokter keluarga.
Penggunaan alkes dan obat dalam negeri juga menjadi sorotan agar unit cost bisa diminimalisir dan bisa dialokasikan untuk salah satunya kesejahteraan dokter termasuk juga penyederhanaan alur penanganan pasien.
Upaya deteksi dini dilakukan dengan meningkatkan kemampuan deteksi dini penyakit tidak menular utamanya pembunuh terbanyak jantung, stroke, dan kanker (kanker leher rahim dan payudara pada wanita).(yr)
