Sorotjajarya,-
Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Hermansyah Siregar, S.H., M.H. menegaskan komitmen kuat untuk memperkuat ekosistem inovasi nasional melalui penyelenggaraan Forum Bisnis Paten Indonesia (FBPI) 2026. Mengusung tema “Paten Penggerak Ekonomi Kerakyatan”, acara ini dirancang sebagai wadah strategis untuk menjembatani para inventor, pemegang paten, pelaku industri, investor, serta lembaga pembiayaan.
Dalam sambutannya di Jakarta International Convention Center, Dirjen Kekayaan Intelektual menyampaikan bahwa paten bukan sekadar bentuk pelindungan hukum atas penemuan teknologi, melainkan aset bernilai ekonomi tinggi yang harus dioptimalkan untuk kemaslahatan masyarakat.
Urgensi Peningkatan Komersialisasi Paten Nasional
Berdasarkan data permohonan paten Indonesia selama satu dekade terakhir (2016–2025), permohonan dari dalam negeri baru mencapai 34,56% dari total keseluruhan, sementara sebagian besar lainnya masih berasal dari luar negeri. Selain itu, tingkat komersialisasi paten nasional diperkirakan masih berada di bawah 5%, jauh tertinggal dibandingkan negara maju yang berada di atas 30%.
Kondisi tersebut diperkuat oleh laporan Global Innovation Index 2026 yang diterbitkan oleh World Intellectual Property Organization (WIPO), di mana Indonesia menempati peringkat ke-6 di ASEAN dan posisi ke-55 dari 139 perekonomian dunia.
“Posisi ini menunjukkan perlunya memperkuat inovasi nasional, tidak hanya dengan menghasilkan lebih banyak paten, tetapi juga dengan mengembangkannya menjadi aset yang bernilai ekonomi,” ujar Dirjen Kekayaan Intelektual.
Rangkaian Kegiatan dan Agenda Utama FBPI 2026
Forum Bisnis Paten Indonesia 2026 yang diselenggarakan selama tiga hari pada 3–5 November 2026 ini dihadiri oleh lebih dari 3.000 peserta, mulai dari unsur pemerintah, perwakilan negara sahabat, organisasi internasional, perguruan tinggi, lembaga penelitian, hingga UMKM dan masyarakat umum.
Adapun enam agenda utama yang disiapkan dalam perhelatan ini meliputi:
• Pameran Inovasi dan Layanan Paten: Menampilkan teknologi unggulan karya anak bangsa serta layanan konsultasi paten dan penjajakan kerja sama bisnis.
• Paten Townhall & Pitching: Sesi khusus memamerkan invensi unggulan siap kembangkan untuk sektor otomotif, kendaraan listrik, elektronika, IoT, kosmetik, kesehatan, pangan, hingga agroindustri.
• IP Valuation & IP Financing: Membahas penilaian ekonomi paten dan pemanfaatan paten sebagai jaminan pembiayaan.
• Sesi Sharing Best Practices: Berbagi pengalaman dan praktik terbaik dari inventor serta industri dalam memperkuat komersialisasi paten.
• Inspirasi Komersialisasi: Menghadirkan kisah sukses inventor dan pelaku industri dalam memasarkan produk berbasis teknologi paten.
• Indonesia Patent Award (IPA) & Dialog Kebijakan: Ajang penghargaan bagi inventor nasional serta forum diskusi bersama kementerian/lembaga untuk mendorong kebijakan dan insentif komersialisasi.
Harapan dan Kolaborasi Berkelanjutan
Melalui FBPI 2026, Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual berharap terbangun kerja sama yang konkret dan berkelanjutan baik melalui lisensi paten, pengembangan teknologi bersama, maupun penjajakan investasi dan akses pembiayaan.
Acara ini turut dihadiri dan diapresiasi oleh berbagai pejabat tinggi negara, termasuk Menteri Koordinator, Menteri Hukum, serta pimpinan kementerian dan lembaga terkait, yang bersama-sama berkomitmen untuk terus mendorong pemanfaatan inovasi demi menggerakkan perekonomian Indonesia.(yr)
