Sorotjakarta,-
Kreativitas pengrajin asal Bali kembali mencuri perhatian di ajang pameran Kriyanusa. Berawal dari memanfatkan limbah tumbuhan yang tak terpakai, usaha kerajinan bernama Indah Asri berhasil mengolah bahan-bahan alami menjadi kriya bunga kering bernilai seni tinggi hingga menembus pasar internasional.
Owner Indah Asri menceritakan, produk-produk buatan mereka memanfaatkan berbagai bagian tanaman yang sudah tidak terpakai, layaknya daun atau bagian tumbuhan yang hampir layu, kering, hingga yang gugur ke tanah.
“Di sini saya memamerkan produk kerajinan dari bahan limbah tumbuhan. Bagian dari tanaman yang sudah tidak terpakai, misalnya sudah hampir kering, layu, atau yang sudah jatuh, itu kita olah lagi, dikeringkan, diproses, diawetkan, diberi warna, dan dibentuk sehingga menyerupai bentuk bunga,” ujar Owner Indah Asri saat ditemui di ajang pameran Kriyanusa.
Bahan-bahan alami yang digunakan sangat beragam, mulai dari biji-bijian, kulit jagung, daun lontar, hingga ranting dan akar tanaman. Berkat ketelitian dan sentuhan seni, limbah tersebut berubah menjadi hiasan bunga kering (artificial flower) yang anggun.
Menembus Pasar Jerman hingga Jepang
Usaha yang didirikan oleh orang tuanya sejak tahun 2001 dan dilanjutkan oleh generasi kedua ini tidak hanya diminati oleh konsumen lokal, tetapi juga telah merambah ke mancanegara.
“Pangsa pasar kita selain lokal, pernah ke Jerman dan terakhir ke Jepang,” ungkap Indah Asri lagi.
Soal harga, Indah Asri menawarkan variasi yang cukup fleksibel sesuai bentuk dan kerumitan kerajinan:
• Per batang: Rp 15.000 hingga Rp 45.000.
• Bentuk rangkaian siap pajang: Rp 75.000 hingga Rp 3.000.000.
Menggaet ‘Buyer’ Baru Pascapandemi
Keikutsertaan Indah Asri dalam pameran Kriyanusa ini bukan tanpa alasan. Sebagai binaan Dekranasda Provinsi Bali, ia berharap pameran ini menjadi ajang untuk menemukan pembeli (buyer) baru, khususnya setelah dampak pandemi COVID-19 sempat menurunkan penjualan.
“Dari Bali kami berangkat mencari buyer baru. Jujur sebelum covid kami punya pelanggan tetap di Jakarta, lalu mulai menurun. Jadi kami berharap mendapat buyer baru seperti toko-toko bunga atau florist di sini,” jelasnya.
Ia juga mengapresiasi peran aktif Dekranasda Provinsi Bali yang terus mendukung para pengrajin lokal melalui berbagai fasilitas pameran, termasuk pameran IKM Bali Bangkit di Art Center yang diselenggarakan secara gratis bagi para pelaku usaha.
Ke depannya, ia berharap ajang seperti Kriyanusa dapat terus konsisten merangkul para pengrajin kecil dan pelaku UMKM langsung agar sektor kriya Indonesia semakin berkembang dan sejahtera.(yr)
