Sorotjakarta,-
Pengurus Provinsi Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Sulawesi Selatan (Sulsel) terus menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan serta membina potensi atlet pesilat di daerahnya. Meski sempat mengalami penurunan prestasi dalam beberapa tahun terakhir, IPSI Sulsel kini tengah gencar melakukan pembenahan internal dan manajemen organisasi.
Sekretaris Umum (Sekum) IPSI Sulsel, Ayuzar, S.T., S.H., M.H., mengungkapkan bahwa perkembangan pencak silat di Sulawesi Selatan terbilang cukup pesat. Apalagi Sulsel selama ini dikenal sebagai salah satu daerah penyumbang atlet nasional yang mewakili Indonesia di kancah internasional.
“Alhamdulillah kalau perkembangan IPSI di Sulawesi Selatan itu cukup berkembang. Karena kami pun beberapa tahun terakhir ini sebagai salah satu daerah yang menyumbangkan atlet untuk mewakili Indonesia. Memang beberapa tahun terakhir ini kita ada penurunan, tapi kita sekarang lagi berbenah untuk itu,” ujar Ayuzar saat ditemui usai agenda pelantikan dan Rakernas PB IPSI di Jakarta, Sabtu, 5/9/2026.
Ayuzar menjelaskan, salah satu langkah nyata perbaikan manajemen organisasi adalah dengan terbentuknya kepengurusan resmi IPSI di seluruh wilayah kabupaten/kota di Sulsel.
“Alhamdulillah sekarang dari 24 kabupaten/kota yang ada di Sulawesi Selatan, itu sudah terbentuk kepengurusan IPSI-nya tahun kemarin pada periode kami,” tegasnya.
Tatap Pra-PON dan Target ‘Road to Olympic’
Menghadapi agenda kejuaraan mendatang, IPSI Sulsel telah menyiapkan strategi matang, terutama dalam menyambut Pra-PON yang dijadwalkan bergulir mulai tahun depan.
Salah satu ajang tolok ukur penyeleksian atlet dilakukan melalui gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) pada November mendatang.
“Saya pikir semua daerah akan siap, apalagi Pra-PON ini akan bergulir mulai tahun depan. Kami di Sulawesi Selatan telah mempersiapkan itu. November tahun ini kita melakukan kejuaraan Porprov, harapan kita dari hasil itu bisa menjadi salah satu sumber untuk menyeleksi atlet-atlet yang akan kita terjunkan di Pra-PON nantinya,” paparnya.
Lebih jauh, Ayuzar berharap kontribusi atlet Sulsel tidak hanya berhenti di level nasional, melainkan bisa menembus pentas dunia, terlebih pencak silat saat ini sedang digaungkan menuju Olimpiade (Road to Olympic).
“Harapan kita dengan perbaikan manajemen organisasi ke depan bisa memberikan kontribusi positif terhadap atlet-atlet yang akan mewakili Sulsel dan diharapkan juga bisa mewakili Indonesia di kancah internasional. Apalagi sekarang ini pencak silat Road to Olympic, kita berharap Sulsel bisa menjadi bagian dari itu,” tambah Ayuzar.
Gencar Pemasaran dan Kejuaraan Usia Dini
Guna menjaring bibit-bibit muda potensial, IPSI Sulsel aktif menggelar berbagai kejuaraan kelompok umur secara mandiri sejak tahun 2024. Langkah ini dinilai sangat strategis untuk menjangkau kelompok usia dini, remaja, hingga dewasa.
“Sejak 2024 kami juga sudah melakukan kegiatan-kegiatan pemasaran untuk anak-anak kita yang usia dini, remaja, sampai dewasa. Di Makassar atau Sulsel ada beberapa event yang kita lakukan, salah satunya Hasanuddin Championship yang diadakan setiap tahun, kemudian Habibi Championship di Kota Parepare sebagai kota kelahiran Presiden BJ Habibie, serta pada 25 September besok akan kita lakukan Arung Palakka Championship,” ungkapnya.
Ia menekankan bahwa proses pembinaan pada dasarnya berpusat di perguruan-perguruan silat yang tersebar di daerah. “Pembinaan itu sebenarnya lebih terpusat kepada perguruan-perguruan yang membina atlet-atlet ataupun pesilat-pesilatnya,” jelas pria yang juga berprofesi sebagai lawyer tersebut.
Harapan bagi Pengurus Pusat (PB IPSI)
Sebagai jajaran kepengurusan yang juga dilantik masuk dalam keanggotaan Bidang Organisasi PB IPSI, Ayuzar menaruh harapan besar agar hasil Rakernas mampu melahirkan kebijakan yang semakin mendukung ruang gerak para penggiat pencak silat di daerah, khususnya di sektor pendidikan.
“Harapan kita tentunya perhatian PB IPSI bisa lebih menyentuh sampai ke tingkat provinsi. Kemudian kebijakan-kebijakan yang memberikan ruang seluas-luasnya kepada teman-teman penggiat pencak silat, khususnya perguruan silat di daerah, agar bisa lebih luas diterima di semua kalangan, khususnya di dunia pendidikan,” harapnya.
“Semoga ada rekomendasi yang lahir di Rakernas ini sehingga menjadi ‘barang pusaka’ atau wildcard bagi kami untuk masuk ke sekolah-sekolah di daerah masing-masing,” pungkasnya.(yr)
