Biak Numfor – Sorotjakarta
Akses yang sulit ke Pulau Numfor tidak menyurutkan semangat peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Upacara 17 Agustus tahun ini berhasil digelar maksimal berkat dukungan koordinasi lintas instansi, mulai dari Kementerian Perhubungan hingga TNI.
Dikonfirmasi, transportasi menuju Pulau Numfor memang menjadi tantangan utama. Pesawat Susi Air yang melayani rute ke pulau tersebut hanya beroperasi 2 kali seminggu dengan kapasitas terbatas, dan tidak ada penerbangan tambahan khusus untuk agenda kenegaraan ini,ucap Gunadi ketua panitia kepada beberapa wartawan yang meliput.
Untuk jalur laut, Dinas Perhubungan berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan agar kapal Pelni dan ASDP melakukan deviasi rute. Kapal feri dan KM Sabuk Nusantara yang semula tidak melewati Numfor, dialihkan khusus untuk mengangkut peserta upacara.
“Terima kasih kami untuk Dinas Perhubungan, Kementerian Perhubungan, TNI, dan ASDP yang membantu pergeseran peserta upacara ini sehingga bisa maksimal hadir di Pulau Numfor,” ujar Gunadi selaku ketua panitia.
Dukungan juga datang dari unsur keamanan. Angkatan Laut mengerahkan armada kapal perangnya KRI HAMPALA, Basarnas dan SAR turut membantu, sementara TNI AU mengerahkan 1 pesawat CN-235 untuk mobilisasi peserta.
Rangkaian upacara yang dipusatkan di lapangan Numfor telah selesai hari ini. Agenda dilanjutkan dengan penurunan bendera dan tos kenegaraan.
Untuk kepulangan, dibagi menjadi dua gelombang. Gelombang pertama dilaksanakan hari ini pukul 13.00 WIT. Rombongan prioritas seperti Panglima, Kodau, serta pengguna pesawat CN-235 dan kapal perang TNI AL bersama Basarnas langsung bertolak kembali ke Biak.
Gelombang kedua dimulai besok malam hingga 20 Agustus. Selama 3 hari berturut-turut akan ada kapal yang diberangkatkan, dengan 2 kapal dijadwalkan berangkat besok.
Dengan skema ini, seluruh peserta upacara dipastikan bisa kembali ke Biak secara bertahap meski dengan keterbatasan armada transportasi.(Herikson.K)
