Mei 24, 2026

Sorotjakarta,-
Musyawarah Nasional (Munas) Ikatan Keluarga Alumni SMA Taruna Nusantara (Ikastara) yang berlangsung di Wisma Serbaguna Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Sabtu (23/5), berjalan tertib dan mendapat antusiasme tinggi dari para peserta. Tercatat hampir 400 peserta hadir dalam agenda yang menjadi forum penting penentuan kepengurusan baru Ikastara periode 2026–2029.

Chief Financial and Risk Officer Telkom Akses, Hery Sofiaji, yang juga hadir dalam kegiatan tersebut, menilai penyelenggaraan Munas berlangsung sangat baik, mulai dari persiapan hingga pelaksanaan acara.

“Acara ini direncanakan dengan sangat baik dan dilakukan di lokasi yang representatif.

Tempatnya cukup menampung peserta, area parkir juga luas, serta seluruh rangkaian acara berlangsung tertib,” ujar Hery kepada awak media.
Menurutnya, suasana sidang berlangsung kondusif.

Peserta dapat menyampaikan pendapat secara baik dan tertata, sementara pimpinan sidang dinilai mampu mengelola jalannya forum dengan baik.

Munas Ikastara tahun ini juga turut dihadiri sejumlah tokoh nasional, termasuk Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Agus Harimurti Yudhoyono yang hadir sebagai tamu kehormatan.

Saat ini proses Munas masih berlangsung untuk menentukan Ketua Ikastara periode 2026–2029. Sebelumnya, laporan pertanggungjawaban kepengurusan lama telah disampaikan dan diterima oleh peserta sidang. Hery menilai sosok ketua yang akan memimpin organisasi alumni tersebut ke depan harus memiliki karakter egaliter, mudah bergaul, dan dekat dengan anggota.

“Sosok yang dibutuhkan adalah pemimpin yang gaul, dikenal, mudah diakses para anggota, dan mampu merangkul semua alumni,” katanya.

Ia menjelaskan, jumlah alumni SMA Taruna Nusantara saat ini telah mencapai sekitar 10 ribu orang yang tersebar di berbagai bidang profesi dan wilayah, baik di dalam maupun luar negeri. Alumni tersebut berkiprah di dunia politik, militer, bisnis, kesehatan, hingga berbagai komunitas hobi.

“Jaringan alumninya sangat luas.
Ada yang menjadi menteri, jenderal, pimpinan perusahaan, profesional di luar negeri, dokter, hingga komunitas hobi seperti lari dan sepak bola.

Ketua terpilih nanti diharapkan mampu menghubungkan semua potensi tersebut,” jelasnya.

Dalam kontestasi kali ini terdapat dua kandidat yang maju sebagai calon Ketua Ikastara, yakni Rani yang berasal dari latar belakang dunia medis serta Aditya yang merupakan profesional dan pimpinan di salah satu perusahaan besar nasional.
Hery menilai kedua kandidat memiliki kapasitas yang sama-sama baik.

“Keduanya memiliki kemampuan yang memadai. Tinggal nanti para alumni menentukan siapa yang paling tepat memimpin organisasi ini tiga tahun ke depan,” katanya.

Ia juga mengapresiasi kepengurusan sebelumnya yang dinilai telah menjalankan tugas dengan baik. Menurut Hery, mengelola organisasi alumni bukan pekerjaan mudah karena seluruh pengurus bekerja secara sukarela tanpa imbalan.

“Ini organisasi nirlaba. Menjadi ketua maupun pengurus dilakukan secara sukarela, mengorbankan waktu dan tenaga tanpa dibayar.

Selama tiga tahun terakhir saya melihat kepengurusan sudah berjalan sangat baik,” ujarnya.

Selama masa kepengurusan sebelumnya, Ikastara dinilai aktif menyelenggarakan berbagai program seperti seminar, kegiatan olahraga, aksi sosial, hingga pengembangan platform digital alumni.

Namun, Hery menilai penguatan konektivitas antaranggota masih menjadi pekerjaan rumah. Dari total sekitar 10 ribu alumni, baru sekitar 3.500 orang yang telah terhubung melalui aplikasi komunitas alumni.

Karena itu, ia berharap kepengurusan baru mampu memperluas keterlibatan anggota dan memperkuat jaringan alumni ke depan.

“Semakin banyak alumni yang terhubung, maka akan semakin kuat jejaring dan kolaborasi yang bisa dibangun,” tutupnya.(yr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!