Sorotjakarta,-
Dewan Pimpinan Nasional Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (DPN PERMAHI) periode 2026–2028 resmi dilantik dalam sebuah prosesi yang digelar di Graha Pengayoman Kementerian Hukum Republik Indonesia, Jakarta, Rabu (20/05/2026). Pelantikan tersebut menjadi momentum penguatan arah gerak organisasi sekaligus penegasan komitmen kader hukum dalam merespons dinamika nasional dan tantangan global.
Pelantikan mengusung tema “Merawat Nilai Konstitusi Menyongsong Horizon Global: Transformasi PERMAHI sebagai Episentrum Kepemimpinan Hukum di Indonesia dalam Membangun Generasi Justice Progresif.” Tema tersebut merefleksikan semangat organisasi dalam memperkuat nilai konstitusi sekaligus menyiapkan kader hukum yang adaptif, progresif, dan berdaya saing global.
Ketua Umum DPN PERMAHI periode 2026–2028, Azhar Sidiq S, dalam sambutannya kepada media menegaskan bahwa arah organisasi ke depan tidak hanya berfokus pada isu nasional, tetapi juga menempatkan PERMAHI sebagai organisasi yang memiliki perspektif global.
Ketua Umum DPN PERMAHI periode 2026–2028, Azhar Sidiq S, dalam sambutannya kepada media menegaskan bahwa arah organisasi ke depan tidak hanya berfokus pada isu nasional, tetapi juga menempatkan PERMAHI sebagai organisasi yang memiliki perspektif global.
Menurutnya, tantangan dunia saat ini semakin kompleks, mulai dari krisis ekonomi, dinamika geopolitik, hingga persoalan keamanan negara. Dalam kondisi tersebut, kader hukum dituntut hadir memberikan kontribusi pemikiran dan solusi hukum yang relevan.
“PERMAHI bukan hanya berada di Indonesia, tetapi harus hadir dalam kancah dunia. Saat ini kita menghadapi tantangan global, mulai dari krisis ekonomi hingga persoalan keamanan negara. Sebagai kader hukum, kita harus berperan aktif memberikan pandangan-pandangan hukum bagi Indonesia,” ujarnya.
Azhar juga menyoroti keberagaman kader PERMAHI yang hadir dari berbagai wilayah Indonesia.
Menurutnya, kehadiran kader dari Sabang sampai Merauke menunjukkan bahwa organisasi tersebut menjadi representasi kekuatan mahasiswa hukum dari berbagai daerah dan latar belakang.
Ia menyebut kader hadir dari berbagai daerah seperti Aceh, Yogyakarta, Kendari, Ambon, Bau-Bau, dan sejumlah wilayah lainnya. Hal itu menunjukkan DPN PERMAHI memiliki jangkauan yang luas dan mewakili keberagaman Indonesia.
Terkait arah gerakan organisasi ke depan, Azhar menegaskan DPN PERMAHI siap mengawal berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat. Ia menilai mahasiswa hukum tidak boleh bersikap pasif terhadap berbagai isu nasional yang menyangkut kepentingan publik.
Ia bahkan menegaskan, apabila aspirasi masyarakat tidak didengar, maka gerakan mahasiswa tetap menjadi bagian dari instrumen perjuangan.
“Jika aspirasi tidak didengar, jika suara rakyat tidak disampaikan, maka turun ke jalan menjadi pilihan perjuangan,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelantikan, Lukman Papalia, S.H., mengatakan pelantikan tersebut bukan sekadar agenda seremonial organisasi, melainkan penegasan terhadap komitmen ideologi dan keberlanjutan perjuangan intelektual kader PERMAHI.
Menurutnya, pergantian kepemimpinan dalam organisasi mahasiswa hukum bukan hanya rotasi figur, tetapi juga manifestasi keberlanjutan gagasan dan proses kaderisasi.
“Pelantikan hari ini merupakan langkah awal DPN dalam memformulasikan arah gerak organisasi yang responsif, progresif, serta berlandaskan nilai rule of law dan keadilan sosial,” kata Lukman.
Dalam laporannya, Lukman juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan pihak yang terlibat atas dukungan moral maupun material sehingga kegiatan dapat terselenggara dengan baik.
Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah kekurangan dalam pelaksanaan kegiatan dan menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pihak yang hadir. Menutup sambutannya, Lukman menekankan pentingnya integritas dalam dunia hukum.
“Keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi. Keselamatan rakyat dicapai ketika keadilan ditegakkan oleh para yuris yang memiliki integritas ilmiah dan moralitas yang kokoh,” tutupnya.(yr)
