Mei 19, 2026

Sorotjakarta,-
Staf Ahli Menteri Bidang Kebijakan Publik Kementerian Koperasi, Koko Haryono, mengajak mahasiswa untuk turut mengawal agenda besar pemerintah dalam mendorong penguatan ekonomi kerakyatan sebagaimana amanat Pasal 33 UUD 1945, saat menghadiri Kongres Nasional ke-X Himapolindo, di Jakarta Timur, Senin, 18/5/2026.

Dalam sambutannya, Koko Haryono menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kongres tersebut. Ia berharap forum mahasiswa nasional ini dapat menjadi ruang strategis bagi generasi muda untuk berkontribusi aktif dalam mengawal kebijakan pemerintah yang berpihak pada kesejahteraan masyarakat.

“Semoga kegiatan ini menjadi momentum bagi teman-teman mahasiswa untuk bersama-sama mengawal agenda besar Presiden dalam mendorong ekonomi rakyat, khususnya agar amanat Pasal 33 UUD 1945 benar-benar terwujud dalam kehidupan masyarakat Indonesia,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa sinergi antara mahasiswa dan pemerintah sangat penting agar setiap program pembangunan dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di berbagai daerah.

Menurutnya, mahasiswa memiliki peran besar sebagai agen perubahan, termasuk dalam membuka peluang kerja sama dan mendorong pengembangan usaha melalui program koperasi, khususnya Koperasi Merah Putih yang menjadi salah satu fokus penguatan ekonomi kerakyatan.

“Mahasiswa harus turut andil membuka peluang-peluang kerja sama dan pengembangan usaha. Generasi muda adalah penerus perjuangan para pendiri bangsa seperti Mohammad Hatta dan Soekarno, sehingga cita-cita kemerdekaan harus benar-benar dirasakan masyarakat melalui penguatan ekonomi rakyat,” katanya.

Koko juga menyoroti pentingnya pembangunan ekonomi yang dimulai dari tingkat desa dan kelurahan. Menurutnya, konsep pembangunan dari bawah harus terus diperkuat agar desa tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi juga menjadi pelaku utama pertumbuhan ekonomi nasional.

Ia menyebut, program Koperasi Merah Putih dirancang untuk menyentuh langsung masyarakat di tingkat desa dan kelurahan sehingga mampu melahirkan pusat-pusat ekonomi baru yang lebih merata di seluruh Indonesia.

“Desa dan kelurahan bukan hanya menjadi penonton, tetapi harus menjadi pelaku ekonomi. Ini sejalan dengan semangat pembangunan yang dimulai dari bawah, sehingga ekonomi rakyat bisa bergerak dari desa sebagai fondasi pemerataan ekonomi Indonesia,” jelasnya.

Selain itu, ia menilai kolaborasi antar seluruh unsur pemerintahan dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan program tersebut.

“Kami melihat dukungan dari berbagai pihak sangat baik. Semua unsur pemerintahan harus saling mendukung agar program ini benar-benar berjalan dan memberikan manfaat langsung bagi rakyat,” tambahnya.

Kongres Nasional ke-X Himapolindo sendiri menjadi ajang konsolidasi mahasiswa dari berbagai daerah untuk merumuskan gagasan dan kontribusi nyata terhadap pembangunan nasional, khususnya dalam bidang ekonomi kerakyatan dan penguatan koperasi sebagai sokoguru perekonomian bangsa.(yr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!