Connect with us

Teknologi

Aptisi Minta Keadilan, Sampaikan Aspirasi Ke Prabowo

Sorotjakarta,-
Dihadapan Hasyim Djojohadikusumo selaku perwakilan tim TKN Prabowo Gibran dan ribuan anggota APTISI (Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta) Ketua Umum APTISI M. Budi Djatmiko menjadikan panggung acara sebagai tempat menyampaikan masukan dan aspirasi kepada Hasyim Djojohadikusumo agar disampaikan kepada Prabowo selaku Presiden terpilih yang sekaligus kakak kandung Hasyim.

Sesuai tema acara “Menitipkan Aspirasi PTS Kepada Presiden Terpilih Prabowo Subianto” menjadi momen yang dinantikan oleh seluruh anggota APTISI se Indonesia atas aspirasi mereka dan menjadi perhatian khusus bagi pemerintahan yang baru.

“Pak Hasyim, bahwa anggota APTISI tidak meminta bantuan kepada pemerintah tetapi kami hanya meminta agar tata kelola Perguruan Tinggi diperbaiki.” Kata Ketum APTISI Budi Djatmiko sekaligus Pembina Universitas Panca Sakti.

Intinya kata Budi, “bahwa PTS tidak usah mendapatkan bantuan pemerintah, namun PTN harus menjadi PT yang hebat dan berkualitas dengan syarat tidak usah banyak mahasiswanya.” Ujar Budi di acara halal bi halal dan Rapat Pengurus Pusat Pleno (RPPP) ke 3 APTISI di The Krakatau Grand Ballroom, Jakarta Timur, 11/5/2024.

Budi pun menjelaskan bahwa untuk merubah Indonesia menuju Indonesia emas 2045 tidak cukup dijalankan oleh Presiden 1 periode tetapi 2 periode.

“Kita berharap pak Prabowo 2 priode.” Ujar Budi.

“Ayok tepuk tangan yang keras” Kata Budi lagi.

Lebih lanjut Ketum Budi menjelaskan kepada Hasyim yang duduk dibarisan depan bersama pengurus APTISI, bahwa 2/3 mahasiswa di Indonesia berada di PTS (Perguruan Tinggi Swasta), sedangkan jumlah PTN 150 dan 4.520 adalah PTS di seluruh Indonesia.

“Tetapi dari dulu dari Presiden ke Presiden kami selalu menjadi anak tiri.” Terang Budi lagi.

Menurut Budi hal tersebut dikarenakan sistem penerimaan mahasiswa yang tidak teratur, contohnya dalam penerimaan mahasiswa oleh PTN yang menggunakan BH, mereka seperti atau lebih seperti swasta, ia seperti pukat harimau dalam penerimaan mahasiswa tidak ada gelombang.

“Kalo PTS hanya 1 sampi 2 gelombang sementara mereka tidak memakai gelombang, gelombang terus.” Tegas Budi yang disambut tepuk tangan meriah.

“Kita tidak meminta sumbangan, kita minta agar Rektor PTN benar-benar Rektor yang berkualitas menuju World Class University (WCU), pasalnya selama ini kita tidak pernah World Clas university padahal pemerintah telah mengucurkan dana trilyunan untuk PTN, tapi tidak pernah jadi juara.” Pungkas Budi.(yr)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Teknologi

error: Content is protected !!