Connect with us

Hukum

Tidak Sesuai UU, Mantan Gub DKI Anies Berani Cabut SK 1029/2000

Sorotjakarta,-
Tokoh masyarakat di lingkungan Apartemen Graha Cempaka Mas Leo turut mengomentari pernyataan Herry Wijaya yang mengatakan warga Apartemen terzalimi atas pencabutan SK No 1029/2000 oleh Anes di penghujung masa jabatannya, beberapa waktu lalu.
Menurut pandangan Leo, pernyataan Herry Wijaya tidak tepat dan salah karena ada warga Apartemen yang merasa terzalimi dengan pencabutan SK No 1029/2000 tersebut seperti yang beredar di media online bahkan sebaliknya menurut Leo sebaliknya warga merasa senang dan positif kepada Anies yang telah mengambil langkah yang tepat demi keadilan bagi warga penghuni Apartemen.
Menurut Leo pernyataan yang dilontarkan Herry Wijaya dapat dilihat dari sisi peraturan perundang-undangan jangan asal menyebut terzalimi, untuk itu Leo dijelaskan ada beberapa poin yang perlu diketahui,
“Pertama, selama ini di kleim oleh saudara Herry Wijaya bahwa SK no 1029/2000 merupakan warisan mereka kepemilikan mereka, padahal SK no 1029/2000 pada halaman 2 memutuskan bahwa 1929 harus di gandakan dan dibagikan kepada seluruh penghuni.
“Kedua SK no 1029/2000 adalah produk dari UU no 16 tahun 1985 yang mana UU itu telah diganti ketika lahir UU no 20 tahun 2011 artinya kalo UU sudah di ganti bagaimana mereka masih mengklaim masih menggunakan itu, sehingga apabila mantan Guberur DKI Anies merasa perlu SK 1029/2000 itu telah melalui suatu pertimbangan yang matang.” Terang Leo, Jumat malam, 11/4/2022
Menurutnya langkah yang diambil Anies saat orang nomor 1 di DKI Jakarta tersebut telah tepat dan sesuai dengan aturan UU.
“Saya tegaskan bahwa tidak ada warga yang terzalimi, bahkan warga khawatir dengan pencabutan SK ini, hal ini dapat dibuktikan dengan kiriman karangan bunga sebagai ucapan terima kasih dari Gubernur dan Dinas Perumahan DKI Jakarta beberapa waktu lalu.” Tambah Leo lagi.(yr)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Hukum