BMI Nilai Soal Jilbab Privacy, Tes Kebangsaan KPK adalah Tes Dari Orang Anti Demokrasi

BMI Nilai Soal Jilbab Privacy, Tes Kebangsaan KPK adalah Tes Dari Orang Anti Demokrasi

Sorotjakarta,-
Saat ini sedang ramai akan topik mengenai TWK (Tes Wawasan Kebangsaan) yang dilakukan Oleh KPK yakni pertanyaan pribadi mengenai “bersediakah lepas jilbab”.

Bintang Muda Indonesia mengkritik sejumlah pertanyaan bersifat pribadi kepada pegawai KPK berupa pertanyaan seperti “Bisakah lepas Jilbab”, “kok sekarang belum menikah”, poligami dan seterusnya.

“Itu bukan Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) tapi tes dari orang-orang anti demokrasi. Ruang privasi ini dijadikan ruang olok-olok, mereka tidak menghargai marwah para penyidik sebagai garda terdepan pemberantasan korupsi oleh KPK” ujar Indiska Handiana Mughni S.Ikom.,M.Ikom., Wasekjen DPN BMI di Bandung, Selasa (18/5/2021).

Penjegalan hak privasi pada pegawai KPK ini dinilai penodaan bagi dunia pemberantasan korupsi. “Mereka memang digaji tinggi untuk memberantas korupsi tapi bukan berarti sewenang-wenang terhadap privacy mereka. Ini hal yang melanggar prinsip dasar dalam hak beragama, karena memakai jilbab itu tidak ada korelasinya dengan professionalitas dalam pekerjaan, bahkan bila dilakukan oleh bos perusahaan sekalipun terhadap calon pegawai mereka” tegasnya.

BMI heran hal semacam ini terjadi di negara demokrasi kita, dan ini akan jadi bahan olok-olok dunia bila pemberantasan korupsi terdapat hal konyol.

“Disaat rakyat tak punya beras karena dikorup, mereka jadi garda terdepan melawan koruptor, tapi justru kini pahlawan rakyat diperlakukan tidak sesuai dengan yang dijamin konstitusi UUD 1945. Presiden harus bersikap terhadap beredarnya persoalan tersebut, dan tanggung jawab kelakuan mereka adalah ketua KPK Firli, kenapa keduanya sampai saat ini diam” ujar Indiska Handiana Mughni S.Ikom.,M.Ikom., Wasekjen DPN Bintang Muda Indonesia.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan