Jiwa Sosial Kaum Dermawan Di Masa Pandemi Dan Hari Raya

Jiwa Sosial Kaum Dermawan Di Masa Pandemi Dan Hari Raya

Sorotjakarta,-
Tahun 2020 hingga saat ini merupakan tahun penuh ujian bagi banyak orang, karena pandemi Covid19 tidak hanya menurunkan perekonomian tapi juga meningkatkan kemiskinan. Disaat pandemi seperti ini perlunya jiwa-jiwa yang peduli dan dermawan terhadap sesama.

“Jiwa sosial mungkin itulah istilah yang tepat bagi jiwa-jiwa yang kuat untuk berbagi dan berempati pada sesama. Seperti yang dilakukan oleh BMI di sejumlah daerah semisal BMI Jatim mendatangi rumah-rumah orang miskin, DPN BMI terus berbagi dengan masyarakat diantaranya sekitar sekretariat dan lain-lain.” ujar Farkhan Effendi Ketua Umum Bintang Muda Indonesia, Senin (17/5/2021)

Masa Pandemi covid-19 menambah beban masyarakat yang tentu saja juga makin banyak kekurangan mereka di hari raya, namun sebagian besar mereka tertolong dengan semangat berbagi antar sesama.

“Cinta pada sesama dan Tuhan membuat ketahanan kita sebagai bangsa cinta akan menjalin terus gotong royong, kita tak bisa membayangkan kelaparan, kriminalitas dan hal-hal buruk lain semakin meningkat kalau kita tak punya kesadaran pada sesama dan itulah yang memupuk optimisme kita.” tambahnya.

Kerap kita senang melihat pimpinan BMI menemui pengamen, pemulung, orang cacat di jalan dan lainnya sekedar menyapa dan memberi hal yang bisa diberi saat itu juga. Semangat pertolongan itu juga seharusnya kita berikan pada pedagang termasuk yang berusia sepuh barangkali kita tak memerlukan dagangannya tapi kita perlu membeli barang mereka untuk menjaga semangat mereka. Tak perlu kita terlalu banyak berpikir dagangan mereka bagaimana, kalau tidak mendesak tak mungkin mereka melakukan itu. Apakah kita masih berpangku tangan ibarat kita membiarkan orang mau tenggelam? Jawabannya kan tentu saja tidak.

Ketua Umum Bintang Muda Indonesia Farkhan Effendi berharap bahwa, dengan pola-pola kebaikan pada sesama saat ini semoga kita bisa maksimal lakukan. Atau jikalau tak mampu memberi pada sesama setidaknya kita tak mengganggu kebaikan bersama seperti hal besar, kita tak melakukan korupsi pada hak mereka seperti bansos maupun yang kecil, tidak mengganggu hak mereka dengan menghardik atau saat tetangga sedang sakit, kalau tak bisa memberi hantaran setidaknya tidak mengganggu dengan menghidupkan musik kencang-kencang.

“Kita perlu gelombang kemanusiaan besar-besaran untuk menghadapi kesulitan yang dialami saudara-saudara kita di masa sulit, sembari tetap memberi optimisme dan menghimbau pada kesabaran pada takdir yang menimpa mereka saat ini.” kata Farkhan Effendi

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan