-
Sorotjakarta,-
Jakarta Intercultural School menggelar paparan wawasan dan inspirasi tentang Education 4.0 di Jatayu Theater Gd. S Module, JIS Cilandak, Jakarta Selatan, Kamis, 16/1/2020.
Acara di buka secara resmi oleh Prof Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, S.E.,
M.U.P, Ph.D., Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional dengan pemukulan gong di dampingi oleh Dr. Tarek Razik, Head of School JIS.
Peningkatan kualitas sumber daya manusia yang didorong oleh pemerintah saat ini merupakan bagian dari antisipasi kedatangan revolusi industri jilid keempat dengan peran smart technology, artificial intelligence dan robotics yang dominan.
Untuk mendukung hal ini, pemerintah akan fokus pada peningkatan kualitas guru, pemanfaatan teknologi dalam pengembangan metode pengajaran sehingga siap terjun dalam industri 4.0. Dan Education 4.0 adalah elemen penting dalam mewujudkan Indonesia 4.0 dan menembus sepuluh negara berkekuatan ekonomi terbesar di dunia pada 2030.
Dengan Education 4.0 yang sarat dengan pemanfaatan teknologi, dunia pendidikan Indonesia akan bergerak lebih cepat mempersiapkan
manusia-manusia unggul.
“Sejalan dengan visi dan misi Indonesia 4.0, JIS juga memiliki komitmen besar untuk meraih cita-cita tersebut. Kami berperan aktif dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui program STEAM (Science, Technology, Engineering, Art and Mathematics) yang sesuai dengan konsep Education 4.0. Dengan menerapkan program STEAM, JIS siap melahirkan para pemimpin masa depan yang dapat memahami tujuan pembangunan berkelanjutan dan mengaplikasikan kompetensi global.”
ucap Dr. Tarek Razik.
Pengajaran STEAM merupakan pendekatan pendidikan dengan lima ilmu pengetahuan di atas sehingga anak dapat berpikir kritis, mampu memecahkan masalah, siap menjadi warga global dan komunikator,
kolaborator, pemimpin, kreator dan wirausaha.
Untuk mendukung STEAM, JIS juga meresmikan gedung baru untuk tingkat Sekolah Menengah Pertama bernama S Module. S diambil dari STEAM untuk mendukung aktivitas para murid di bidang STEAM, seperti coding, programming, robotics, desain dan lainnya.
JIS juga telah melangkah lebih cepat dalam menggerakkan Education 4.0 bagi dunia pendidikan Indonesia. Salah satunya adalah Jakarta Principal Shadowing Program yang diikuti para Kepala Sekolah Negeri di Jakarta Pada tahun 2019, program ini melibatkan 22 Kepala Sekolah. Mereka dibimbing secar
langsung aleh para pendidik JIS untuk mendapatkan berbagai inspirasi dalam pengelolaan lingkungan sekolah, seperti menciptakan budaya sekolah dan menjadi pemimpin instruksional.
Sepanjang tahun, JIS juga membimbing para guru dan kepala sekolah SD dan SMP di Jakarta melalui program Innovative Schools Programme untuk meningkatkan kualitas belajar dan mengajar. Ada pula ajang Maker Ed Conference yang diikuti lebih dari 40 guru sekolah di Indonesia, untuk mendapatkan inspirasi seputar micro-computer robotics, 30 Design, 310 printing yang juga dibimbing oleh para
pendidik JIS.(yurike)
