Sorotjakarta,-
Pameran Indonesia Industrial Machinery and Electronic Products (IIME) hadir di Jiexpo Kemayoran, Jakarta, pameran ini bekerja sama dengan Kementrian Perindustrian RI.
PT. Peraga sebagai penyelenggara acara bergengsi ini menghadirkan teknologi dan mesin-mesin paling modern dan paling canggih serta di buka secara resmi oleh Direktur Jendral Industri Agro Kementrian Perindustrian RI Bapak Abdul Rochim, Rabu, 28/8/2019.
Pameran ini menargetkan 4000 pengunjung bisnis hadir selama pameran yang berlangsung mulai 28 hingga 30 Agustus mendatang.
Selain pameran acara juga di isi dengan berbagai kegiatan selama pameran, salah satunya acara rapat kerja Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia(APKI) 2019.
Raker APKI juga di rangkai dengan acara Diskusi panel “Pulp and Paper Industry Towards Marking Indonesia 4.0.
Ketua Umum APKI Aryan Warga ketika di wawancarai mengatakan APKI di harapkan mampu berkembang dari waktu ke waktu, serta dalam acara rapat kerja nasional yang berlangsung saat ini, di harapkan kepada semua anggota APKI melalui sidang-sidang komitenya dapat memberikan laporannya sehingga kita semua dapat mengetahui permasalahan dan dapat mengatasinya.
Untuk di ketahui saat ini kebijakan impor kertas bekas mengharuskan batas kandungan impuritas sebesar 0,5 persen yang sulit untuk dipenuhi oleh industri.
Industri berharap, batas impuritas sebesar 5 persen dan penurunan bertahap dalam 4 tahun ke depan untuk mencapai batas 0,5 seperti yang diharapkan oleh pemerintah.
Sementara ini Industri pulp dan kertas Indonesia memerlukan kepastian peraturan dari pemerintah untuk pengadaan impor kertas bekas sebagai bahan baku industri kertas cokelat.
Kami berharap pemerintah mendengarkan masukan dari industri. Kalau regulasi tersebut tidak mungkin dipenuhi oleh industri dalam waktu dekat tentu akan mempengaruhi ketersediaan bahan baku. Saat ini kemungkinan hanya cukup sampai Oktober,” ujar Ketua APKI Aryan Warga.(yurike)
