Sorotjakarta,-
lkatan Alumni Teknik Metalurgi Institut Teknologi Bandung (1A-MET 1TB) berinisiatip dalam mengawal kebijakan pembangunan fasilitas Smelter melalui Konferensi International Metallurgy Convention and Expo (Met Connex) 2019.
Acara yang diadakan
di Cendrawasih Hall-Jakata Convention Center Senayan, Jakarta pada 7-8 Agustus 2019, resmi dibuka oleh staf dari Kementrian Koordinator Kemaritiman, Rabu, 7/8/2019.
Acara ini turut mengundang berbagai pembicara antaralain kementrian terkait, perusahaan pertambangan dan pengolahan dan berbagai badan penelitian.
METCONNEX tahun ini berfokus pada pembahasan mengenai Peluang dan Tantangan untuk hilirisasi komoditas (Minerba).
Tujuan dari program ini adalah untuk meningkatkan
Industri padat modal dalam mengolah bahan mentah untuk kegiatan penambangan dan
exosisteom bisnis metalurgi baru sehingga dapat meningkatkan nilai tambah finansial dengan
membangun fasilitas pengolahan dan pemurnian oleh para stakeholder industri pertambangan
sebagaimana dinyatakan dalam Undang-Undang Pertambangan Mineral dan Batubara.
Acara ini merupakan acara pertama yang menggabungkan konferensi dan pameran
mengenai metalurgi dalam satu kegiatan sekaligus. Pada area konferensi, lebih dari 20 orang pembicara akan menyampaikan presentasi mereka.
Turut terlibat sebagai keynote speaker pada konferensi ini yakni Kementerian Koordinator Kemaritiman, Kementrian Koordinator Perekonomian, Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral, Kementrian Perindustrian, Badan Kebijakan Penanaman Modal (BKPM), dan Badan Kebijakan Fiskal (BKF). Selain dari
segi kebijakan, pembicara-pembicara juga akan menyampaikan mengenai informasi industri
terkini, teknologi, penelitian dan pengembangan, serta pasar dan investasi.
Sementara pads area pameran, peserta pameran akan mempromosikan produk dan jasa mereka kepada pengunjung. Peserta pameran sendiri merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang metalurgi ekstraktif baik pada skala nasional maupun internasional.(yr)
