Sorotjakarta,-
Melihat begitu rumitnya permasalahan air di Indonesia, maka sudah seharusnya momentum hari air sedunia yang jatuh setiap tanggal 22 Maret harus di sikapi serius oleh seluruh lapisan masyarakat.
Penetapan hari air juga di maksudkan
sebagai upaya menarik perhatian publik akan pentingnya air bersih dan
upaya pengelolaan sumber air bersih yang berkelanjutan.
Staf Edukasi & Outreach Yayasan KEHATI, Ahmad Baihaqi menjelaskan tema yang diangkat dalam setiap tahun selalu berbeda-beda.
Adapun tema peringatan Hari Air Sedunia tahun 2018 adalah “Nature for Water.” Salah satu gerakan anak muda yang juga menggelar perayaan Hari Air Sedunia adalah Biodiversity Warrior Yayasan KEHATI
Rangkaian kegiatan yang dilakukan meliputi edukasi dan Sosialisasi bertajuk
“Perairanku Cantik Tanpa Plastik” yang diselenggarakan di SD Semut-Semut
The Natural School, Cimanggis, Jumat (23/3), Sanggar Maen Bareng, Depok, Sabtu (24/3), dan SD Sekolah Citra Alam,
Jakarta, Rabu (28/3)
“Perayaan peringatan Hari Air Sedunia ini bertujuan untuk mengenalkan pentingnya keberadaan air dalam ke hidupan juga sebagai habitat keanekaragaman hayati,” ujar Muhammad Khoir, salah satu guru yang berasal dari SD Sekolah Citra Alam yang juga terdaftar sebagai anggota Biodiversity Warriors Yayasan KEHATI.
Kegiatan edukasi dan sosialisasi Hari Air Sedunia tahun 2018 ini diselenggarakan berkat kerja sama antara Biodiversity Warriors Yayasan KEHATI, SD Sekolah Citra Alam, Marine Conservation
Club dan Kelompok Studi Ekologi Perairan Fakultas Biologi Universitas Nasional, Jakarta, Prodi
Magister Biologi Sekolah Pascasarjana Universitas Nasional, dan BScC Indonesia.
Dalam kegiatannya, mereka mengajak puluhan siswa uji kualitas air, menulis janji agar selalu ingat untuk menjaga dan merawat air, serta mengidentifikasi biota air yang berhasil diamati.
“Saya berharap para siswa dapat memahami pentingnya menjaga air dan memanfaatkan air
secara bijak” ucap Khoir.(yurike)
