Sorotjakarta,-
Presiden Kongres Advokat Indonesia (KAI) Erman Umar mengatakan KAI harus memiliki tokoh, memiliki simbol dalam provesi advokad agar dalam mengkritik pemerintah suara advokad dapat di dengar. Hal tersebut ia sampaikan saat perayaan Kongres Advokad Indonesia ke 14 di Hotel Sultan Jakarta, Senin, 30/5/2022.
Erman juga menjelaskan bahwa pada usia yang ke 14 ini KAI masih banyak yang harus dibenahi. Dalam hal keanggotaan ia mengatakan tidak hanya mencari anggota tetapi harus ada persiapan mentalnya, persiapan integritasnya, persiapan juga pendidikan lanjutannya. Pendidikan ini tidak perlu mahal cukup dilakukan di DPP misal sepesialis korupsi/tipikor, sepesialis perpajakan dan lainnya.
Sosok Presiden KAI ini juga menghimbau kepada seluruh advokad dimanapun organisasinya berada untuk bersatu.
“Mari kita bersatu dalam visi misi bagaimana niat kita untuk memajukan provisi advokad, yang salah satunya dengan cara pembentukan dewan kehormatan bersama.” Ucap Erman.
Lebih lanjut, Presiden KAI ini juga berpesan kepada masyarakat agar dalam memilih pendamping hukum maupun pendapat hukum, juga perlu memperhatikan masukan second opinion atau pendapat pihak lain.
“Dan kepada masyarakat, agar selalu berhati-hati, jangan langsung saja tapi bila perlu ada “second opinion” selalu mentaati hukum dan peraturan yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia.” Ujarnya
Dalam perayaan ke 14 KAI hadir sejumlah tokoh, pejabat negara termasuk advokad senior Oce Kaligis dan Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie SH. (yr)
