Maret 7, 2026

Sorotjakarta,-
Ratusan Kepala Desa dari seluruh Indonesia yang tergabung dalam APDESI (Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia) menghadiri acara Pelantikan APDESI periode 2021-2026 dan Rakernas di Gedung Nusantara IV Komplek Parlemen Senayan Jakarta, pada Sabtu, 27/11/2021.

Tema yang diangkat dalam acara pelantikan dan Rakernas yakni “Membangun Indonesia dari Desa”

Tampak hadir Kepala Desa Margahayu, Kec. Ketungan Tengah, Kab. Sintang, Prov. Kalimantan Barat Amir Stepenli, Kades Mungguh Gelombang Rafael dan Kades Engkitan Stiben. Mereka berasal dari satu Kabupaten di Provinsi Kalimantan Barat yang berbatasan langsung dengan Negara Malaysia.

Dalam kesempatan wawancara dengan awak media mereka menceritakan kesulitan yang dialami oleh masyarakat didesanya. Adapun kesulitan mereka yakni tentang penerangan/listrik, infrastruktur, sinyal komunikasi, kesehatan, pendidikan dan air bersih.

Amir Stepeni berharap kepada pemerintah pusat kedepan jaringan listrik dan jaringan komunikasi dapat berjalan lancar seperti desa -desa yang lainnya.

Begitu juga dengan Kepala Desa Mungguh Gelombang Rafael yang berdiri disampingnya membenarkan tentang kesulitan yang dirasakan oleh warganya.

“Itulah kesulitan kita selama ini yang berada dekat dengan daerah perbatasan Malaysia yakni listrik dan air bersih
“Ucap Rafael.

Sementara Kepala Desa Engkitan Stiben juga memberikan apresiasi atas kegiatan ini yang dihadiri langsung oleh Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, Deputi Bidang Pengembangan Wilayah dan Tata Ruang Kemenko Perekonomian, Wahyu Utomo dan Ketua Umun APDESI yang baru dilantik Surta Wijaya

“Materi-materi yang disampaikan oleh Menteri tadi sangat bersentuhan langsung dengan desa.” Ucap Stiben.

Stiben juga menerangkan ada beberapa hal yang diperlukan oleh masyarakat di desa Engkitan diantaranya masalah kesehatan, pendidikan, jaringan informasi dan air bersih.

“Untuk Kesehatan kami telah mengusulkan pembangunan Puskesmas di desa Engkitan ke Bupati tetapi, info dari Bupati bahwa usulan kami telah disampaikan ke pusat tetapi belum ditanggapi.” Ucapnya.

“Sementara untuk pendidikan kami telah beberapakali ke Provinsi untuk pelaksanaan pembangunan sekolah SMK namun sampai saat ini belum ada titik terang.” Tambah Stiben lagi

Ia juga mengatakan rela menghibahkan tanah miliknya seluas 5 hektar untuk di bangun sekolah Kejuruan namun belum mendapat tanggapan dari pemerintah Provinsi Kalimantan Barat.

“Untuk air bersih kita juga mengalami kesulitan karena desa kita jauh dari bukit tempat sumber mata air yang otomatis butuh biaya besar.

Stiben berharap dengan aspirasi yang ia sampaikan bersama dengan beberapa Kepala Desa dari Kabupaten Sintang yang hadir dalam acara ini mendapat tanggapan dari pemerintah pusat.(yr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *