Sorotjakarta,-
Di era digital saat ini, data telah bertransformasi menjadi aset paling berharga bagi institusi pendidikan tinggi dalam menjaring target calon mahasiswa secara tepat sasaran. Hal tersebut diungkapkan oleh Boma Jonaldi Tanjung, S.E., M.M., dosen UPS Bekasi sekaligus koordinator penyelenggara dan kepala humas pameran kampus Bekasi Campus Expo 2026 yang berlangsung pada 20- 22 Oktober di Kota Bekasi saat ditemui usai gelaran pameran kampus.
Menurut Boma, keikutsertaan perguruan tinggi dalam ajang pameran seperti Bekasi Campus Expo 2026 khususnya bagi kampus UPS Bekasi bukan sekadar sarana promosi biasa, melainkan langkah strategis untuk mengumpulkan data berkualitas tinggi langsung dari sumbernya.
“Di era sekarang ini kan data itu menjadi aset untuk kita membidik target kita tepat sasaran. Data yang berkualitas itu antara lain nomor telepon siswa itu sendiri, nama, serta asal sekolah SMA, SMK, sederajat,” ujar Boma.
Jaring Ratusan Calon Mahasiswa Potensial di Tiga Kota
Pameran pendidikan yang diselenggarakan secara rutin setiap tahun ini tidak hanya berpusat di Bekasi, tetapi juga merambah wilayah Cilegon, Bogor, hingga Jakarta. Boma memaparkan bahwa khusus untuk titik pameran di Bekasi yang berlangsung selama tiga hari berturut-turut (20–22 Oktober 2026), pihaknya berhasil menghimpun data dari kurang lebih 400 pengunjung yang datang dan meninggalkan informasi kontak di stan pameran.
Ajang ini diikuti oleh berbagai perguruan tinggi, baik swasta maupun perguruan tinggi negeri (PTN). Para pengunjung yang didominasi oleh siswa SMA dan SMK sederajat tampak antusias mengunjungi berbagai stan untuk menggali informasi mendalam terkait pilihan kampus dan jurusan impian mereka.
Inovasi Kampus dan Persaingan Ketat Antar- Perguruan Tinggi
Dalam pameran tersebut, Universitas Pancasakti (UPS) Bekasi turut mencuri perhatian pengunjung dengan mendemokan hasil karya inovatif mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi, yakni berupa teknologi perakitan robot. Inovasi ini menjadi daya tarik tersendiri, khususnya bagi para pelajar SMK yang berkunjung ke stan.
Menanggapi dinamika kompetisi antar-kampus swasta di ajang pameran, Boma menilai bahwa seluruh institusi yang berpartisipasi berada dalam satu klaster dengan kisaran biaya kuliah yang relatif kompetitif. Meski demikian, perguruan tinggi harus tetap memiliki diferensiasi yang kuat, baik dari segi keunggulan produk, program studi, maupun penawaran menarik seperti giveaway untuk memikat minat pengunjung.
Evaluasi dan Proyeksi ke Depan
Sebagai koordinator penyelenggara, Boma menekankan pentingnya efisiensi dan efektivitas dalam setiap penyelenggaraan event pendidikan di masa mendatang. Penggunaan sumber daya manusia (SDM) panitia harus dikelola secara optimal agar pelayanan terhadap calon mahasiswa tetap maksimal tanpa membengkakkan biaya operasional secara berlebihan.
“Untuk efisiensi dan efektivitas, hal itu perlu diperhatikan di dalam setiap penyelenggaraan pameran, dibuat tim panitia yang efektif dan efisien tetapi tidak mengurangi kualitas event itu sendiri,” pungkasnya.
