Biak Numfor, sorotjakarta.com
Kekayaan budaya Suku Byak kembali diperkenalkan melalui Festival Budaya Biak Melanesia (FBBM) 2026. Salah satu ritual adat sakral yang menyita perhatian adalah Munara Fan Nanggi atau Wor Fan Nanggi.
Ritual sakral tersebut merupakan upacara adat memberi makan kepada langit. Tradisi ini sarat makna sebagai bentuk syukur, doa, dan penghormatan kepada leluhur dan Sang Pencipta atas hasil bumi, keselamatan, dan kehidupan yang diberikan.
Ketua Dewan Adat Suku Kankain Karkara Byak Suprimanggun mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Biak Numfor melalui Dinas Pariwisata yang telah memberikan ruang bagi masyarakat adat untuk menampilkan ritual sakral dalam festival budaya terbesar di Biak tersebut.
Menurut catatan dalam Buku Kebudayaan Irian Jaya, Suku Biak memiliki sedikitnya 44 jenis Munara Wor atau Wor adat, di luar wor-wor rahasia yang dimiliki kelompok tertentu. Wor-wor tersebut terbagi dalam Wor Siklus Hidup dan Wor Intensifikasi Insidentil.
Di antaranya adalah Munara Kafko Ibui, Munara Famamar, Munara Panani Sampar, Munara Kapapknik, Karindanauw (upacara pertunangan), Munara Yakyaker Farbakbuk (perkawinan), hingga Wor Fan Nanggi yang menjadi salah satu ritual paling sakral.
Dewan Adat menilai, Festival Budaya Biak Melanesia tidak hanya sekadar pelestarian budaya, tetapi momentum memperkuat eksistensi budaya Byak yang memiliki nilai sejarah, filosofi, norma adat, kearifan lokal, serta unsur kesakralan yang diwariskan turun-temurun.
Budaya bukan sekadar peninggalan masa lalu, melainkan identitas hidup yang harus dijaga, dipraktikkan, dan diwariskan kepada generasi penerus,” ujar perwakilan Dewan Adat.
Melalui FBBM yang berlangsung pada 17-21 Oktober 2026, masyarakat adat diberikan kesempatan menampilkan berbagai ekspresi budaya mulai dari kerajinan tradisional, seni ukir, tarian adat, musik tradisional, busana adat, hingga ritual sakral seperti Munara Fan Nanggi.
Festival ini diharapkan menjadi ruang strategis untuk memperkenalkan kekayaan budaya Biak di tingkat regional, nasional, hingga internasional, sekaligus mendukung pembangunan sektor pariwisata Kabupaten Biak Numfor sebagai poros maritim Pasifik. (Herikson Kbarek)
