Sorotjakarta,-
Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 yang digelar di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Kabupaten Tangerang, Banten, pada 14–18 Oktober 2026, mencatat capaian besar melalui penandatanganan 168 nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan nilai total US$13,2 miliar atau setara Rp236,09 triliun.
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengatakan, penandatanganan MoU tersebut melibatkan eksportir Indonesia dan calon pembeli (buyer) dari 22 negara. Kesepakatan ini menjadi salah satu upaya memperluas jangkauan pasar ekspor produk Indonesia ke tingkat internasional.
“Pada sore nanti akan dilakukan penandatanganan sebanyak 168 MoU antara eksportir dengan buyer dari 22 negara dengan nilai total 13,2 miliar dolar AS,” ujar Budi saat pembukaan TEI 2026.
Menurut Budi, capaian tersebut tidak terlepas dari dukungan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) dan Atase Perdagangan (Atdag) di berbagai negara yang aktif menjajaki peluang kerja sama dengan calon pembeli potensial.
Pada penyelenggaraan tahun ini, TEI menargetkan transaksi mencapai US$17,5 miliar atau sekitar Rp313,34 triliun. Target tersebut didukung oleh keikutsertaan 1.873 peserta pameran (exhibitor) serta target kunjungan sebanyak 30.000 orang.
Hingga saat ini, tercatat 16.885 buyer telah mendaftar untuk menghadiri pameran tersebut. Dari jumlah itu, sebanyak 8.092 buyer berasal dari luar negeri yang mewakili 134 negara.
Beragam produk unggulan Indonesia ditampilkan dalam TEI 2026, mulai dari makanan dan minuman, produk pertanian, manufaktur, fesyen dan kriya, furnitur, hingga dekorasi rumah (*home decor*). Selain itu, pameran ini turut menghadirkan kawasan industri sebagai daya tarik bagi investor asing.
Melalui TEI 2026, pemerintah berharap promosi produk nasional semakin luas, hubungan dagang dengan mitra internasional semakin kuat, serta peluang transaksi ekspor dan investasi Indonesia terus meningkat.(yr)
