Sorotjakarta,-
Ajang pameran kerajinan Nusantara, Kriyanusa 2026, menjadi panggung istimewa bagi Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) yang tampil sebagai ikon utama. Salah satu yang mencuri perhatian di panggung fashion show adalah ragam wastra Nusantara khas Kabupaten Lahat.
Ketua Dekranasda Kabupaten Lahat Ir. Sri Meliyana mengungkapkan rasa bangganya saat ditemui usai gelaran fashion show Wastra Sumsel. Ia menyebut bahwa meskipun masyarakat Lahat mayoritas berlatar belakang petani dan bukan pembatik, mereka mampu melahirkan karya batik yang sarat makna dan filosofi.
“Kami itu sebenarnya petani, bukan pembatik. Tapi Ibu Feby, Ketua Dekranasda kami (Provinsi Sumsel), mewajibkan kami melahirkan batik-batik untuk melindungi hak kita terhadap batik,” ujar istri Ketua Umum Asosiasi Pemerihtah Kabupaten Seluruh Indoneisa (Apkasi) saat ditemui di lokasi pameran Kriyanusa 2026, Minggu, 27/9/2026
Langkah ini dilakukan agar setiap daerah memiliki identitas wastra sendiri yang terlindungi. Lahat pun memperkenalkan motif khas bernama Batik Peribang Hati.
“Batik kami ini, seperti yang saya pakai, namanya Batik Peribang Hati. Motinya terdiri dari ukiran Rumah Bagi rumah kuno kami kemudian ada bunga dan daun kopi yang menggambarkan perkebunan masyarakat kami,” jelasnya.
Tampilkan Filosofi Khas Daerah
Tidak hanya Lahat, seluruh 17 kabupaten/kota di Sumatera Selatan turut memamerkan keindahan busana dan wastra khas masing-masing. Mulai dari Songket Palembang, Songket Perlung dari Lahat, hingga busana khas Pagar Alam dan Lubuklinggau.
“Kami menyajikan wastra sesuai dengan filosofi kabupaten dan kota kami masing-masing. Semua kabupaten/kota menampilkan apa yang mereka punya, sangat sarat dengan filosofi,” tambahnya.
Sumsel Jadi Ikon Kriyanusa 2026
Terpilihnya Sumatera Selatan sebagai ikon Kriyanusa 2026 menjadi momentum emas untuk mengenalkan kekayaan budaya Sumsel ke kancah nasional hingga internasional.
Seluruh daerah di Sumsel bergantian menyajikan peragaan busana (fashion show) terbaik mereka selama pameran berlangsung.
“Setiap Kriyanusa selalu ada yang dijadikan ikon, dan kali ini ikonnya adalah Sumatera Selatan. Kami 17 kabupaten/kota ikut serta. Besok akan ada fashion show lagi dari kabupaten yang lain,” tuturnya.
Di akhir perbincangan, ia mengajak seluruh masyarakat untuk menyaksikan dan mengapresiasi karya-karya terbaik dari Sumsel.
“Selamat menyaksikan betapa kayanya Sumatera Selatan,” pungkasnya.(yt)
