September 14, 2026

Sorotjakarta,-
Ajang kejuaraan 4 tahun internasional Indonesian Open Championship 2026 resmi digelar di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Senin (14/9/2026). Turnamen skala internasional ini diikuti sebanyak 3.256 peserta dari berbagai belahan daerah dan negara tetangga.

Selain dikuti perwakilan dari 38 provinsi di Indonesia, kejuaraan yang diselenggarakan oleh Persekutuan Pencak Silat Antarbangasa (Persilat) bekerja sama dengan PB IPSI ini turut dihadiri oleh peserta mancanegara, seperti Malaysia, Spanyol, hingga Belanda.

Sekretaris Panitia Kejuaraan, Teuku Rivan, menyatakan bahwa ajang tahunan ini menjadi momentum penting untuk menjaring atlet-atlet muda berbakat sebagai pilar penerus prestasi pencak silat di kancah dunia.

“Kejuaraan Indonesia Open 2026 ini diikuti sebesar 3.256 peserta. Ajang kejuaraan ini adalah ajang icon Indonesia untuk menciptakan generasi pencak silat yang lebih berwarna, dengan generasi pemimpin yang baru,” ujar Teuku Rivan di lokasi acara, Senin (14/9/2026).

Rivan menambahkan, kejuaraan ini diproyeksikan sebagai batu loncatan awal (road map) agar pencak silat dapat menembus panggung olahraga tertinggi di dunia.

“Langkah awal dari event ini bisa menjadi acuan untuk pencak silat Road to Olympic 2030. Jadi kita mencari bakat-bakat terbaik di seluruh Indonesia dan beberapa negara yang ikut,” jelasnya.

Fokus Pembinaan Usia Dini dan Jalur Prestasi

Kategori yang dipertandingkan dalam ajang ini mencakup jenjang usia dini hingga dewasa. Pembinaan difokuskan mulai dari tingkat Usia Dini 1 (kelas 1–3 SD), Usia Dini 2 (kelas 4–6 SD), hingga Pra-Remaja.

Pantauan bakat (scouting) intensif mulai dilakukan pada kategori Pra-Remaja untuk menyiapkan atlet yang diproyeksikan menuju ajang multi-event nasional maupun internasional di masa depan.

Tak hanya pembinaan atlet, Rivan berharap keikutsertaan para pesilat muda di ajang resmi ini dapat membuka peluang karier akademis dan profesional yang lebih cerah.

“Pastinya harapan kita mereka menjadi pesilat yang handal, bukan hanya dari segi akademis, tetapi juga non-akademis yang berkualitas. Sekarang kan bisa masuk universitas negeri maupun swasta berkualitas tinggi melalui jalur prestasi (japres) sebagai olahragawan pencak silat,” pungkas Rivan.(yr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!