Biak,sorotjakarta.com
Pemerintah Daerah bersama komunitas nelayan dan tokoh gereja di wilayah pesisir Biak Numfor berkomitmen memperkuat pemberdayaan masyarakat lokal melalui sektor kelautan dan perikanan. Komitmen tersebut disampaikan dalam pertemuan bersama hari ini yang juga ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dan penyerahan bantuan dana sebagai modal awal.
Dalam sambutannya, disampaikan imbauan agar jemaat di wilayah pesisir, khususnya bapak-bapak, lebih aktif terlibat dalam kegiatan gereja dan kehidupan sosial.Jangan sampai ada rasa malu masuk gereja karena tidak ada uang derma. Gereja dan adat harus hadir memberdayakan,” ujarnya Direktur PT BOS.
Fokus pada nelayan dan hilirisasi hasil laut
Perhatian utama diarahkan pada pemberdayaan nelayan-nelayan lokal.
Komoditas seperti ikan julung, gurita, dan cumi yang selama ini banyak ditangkap dan langsung dijual keluar daerah, ke depan akan diolah di Biak.
Pilot proyek ini kita mulai dulu. Kalau berjalan baik, kita akan dorong pembukaan pabrik pengolahan di sini. Dari yang tadinya hanya beli dan lempar keluar, kita buat jadi produk kemasan, kaleng, sarden, yang punya nilai ekspor lebih tinggi. Ini untuk mengembalikan masa jaya Biak seperti dulu BMJ (Biak Mina Jayapura),” jelasnya Yunus.
Kami juga sudah menerima tawaran penjualan ikan ke kami melalui komunikasi dari Jayapura dan Manokwari yang siap mengambil hasil olahan ikan dari Biak jika pabrik sudah beroperasi.
Program ini akan melibatkan masyarakat adat Biak serta komunitas pendatang dari Makassar, Buton, dan Jawa, dengan tetap menghormati batas-batas wilayah adat. Pemerintah daerah bersama DPRD siap menjadi pendukung agar program berjalan mulus.
Ke depan, inisiatif ini akan disinkronkan dengan program strategis nasional seperti Koperasi Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih. Tujuannya satu, pertumbuhan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat lokal, khususnya di Biak.
Dukungan dari pemerintah, investor, gereja, dan adat sangat kita butuhkan. Kepercayaan dari teman-teman luar sudah diberikan kepada anak-anak Papua untuk mengelola ini. Sekarang saatnya kita jaga kepercayaan itu dengan eksekusi, bukan hanya wacana,” tegasnya.
Mari kita bangun Indonesia dari pinggiran.
Penandatanganan PKS hari ini menjadi langkah awal mobilisasi komunitas dan kooperasi nelayan. Bantuan dana yang diserahkan akan digunakan sebagai modal awal pergerakan kelompok nelayan dan pemuda. (Herikson Kbarek)
