Agustus 22, 2026

Sorotjakarta,-
PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI segera merealisasikan pembangunan delapan tower rumah susun milik (rusunami) di Manggarai, Jakarta. Proyek hunian tersebut secara khusus disiapkan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Pembangunan akan diawali dengan groundbreaking pada Jumat (21/8/2026). KAI menggunakan lahan sekitar 2,2 hektare untuk mengembangkan kawasan rusunami tersebut.

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menjelaskan, proyek hunian vertikal itu dirancang dengan beberapa pilihan luas unit. Masyarakat nantinya dapat memilih unit dengan ukuran 28 meter persegi, 36 meter persegi, 45 meter persegi hingga 52 meter persegi sesuai kebutuhan.

“Dengan beberapa ukuran, mulai dari 28, 36, 45, kemudian ada nanti beberapa yang 52 juga,” ujar Bobby.

Menurut Bobby, tahapan persiapan proyek sudah dilakukan. KAI telah menyelesaikan pematangan lahan dan menyiapkan sejumlah blok sebelum konstruksi utama dimulai.

Setelah groundbreaking, pembangunan akan segera dilanjutkan. KAI memperkirakan proyek delapan tower tersebut dapat diselesaikan dalam waktu sekitar 18 bulan.

“Yang jelas, besok itu groundbreaking-nya. Kita langsung kerjakan. Jadi tidak ada jeda,” tegas Bobby.

Selain pembangunan fisik, KAI juga menyiapkan mekanisme pemesanan hunian. Nomor Urut Pemesanan atau NUP akan dibuka secara resmi setelah prosesi groundbreaking.

Menurut KAI, ketertarikan masyarakat terhadap proyek rusunami Manggarai sudah cukup tinggi. Hal itu tercermin dari surat minat yang telah diterima perusahaan sebelum NUP diluncurkan secara resmi.

Dari sisi lokasi, proyek rusunami Manggarai memiliki keunggulan karena dikembangkan di kawasan yang terhubung dengan jaringan transportasi publik. Kondisi ini membuat pengembangan hunian vertikal tersebut sejalan dengan gagasan Transit Oriented Development (TOD).

Konsep TOD menjadi salah satu pendekatan yang terus didorong pemerintah untuk mengembangkan kawasan perkotaan. Hunian yang berada dekat dengan transportasi publik diharapkan dapat memberikan kemudahan mobilitas bagi masyarakat sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan pribadi.

Pemerintah juga tengah menyusun regulasi baru untuk mendorong percepatan pembangunan rumah susun yang terjangkau. Regulasi tersebut diarahkan agar pengembangan rusun memiliki aturan yang lebih adaptif, termasuk terkait skema usaha, harga dan pembiayaan.

Bagi KAI, pembangunan rusunami Manggarai tidak hanya berkaitan dengan penyediaan tempat tinggal. Proyek tersebut juga menjadi bagian dari pemanfaatan lahan secara produktif sekaligus mendukung pengembangan kawasan perkotaan yang terintegrasi dengan transportasi.

Dengan delapan tower yang seluruhnya ditujukan bagi MBR, proyek Manggarai diharapkan dapat menambah pilihan hunian bagi masyarakat yang membutuhkan tempat tinggal di kawasan Jakarta dengan akses transportasi publik yang memadai.(nu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!